Connect with us

Headline

Waka MPR RI Gus Jazil: HUT RI momentum kembangkan potensi di berbagai wilayah

Published

on

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut dia, potensi-potensi yang ada di masyarakat terutama yang berada di wilayah pedesaan, daerah kepulauan, dan pesisir, perlu diseriusi dan dikembangkan.

“Selama ini masyarakat di sana kurang mendapat sentuhan, padahal potensi yang ada di pedesaan, daerah kepulauan, dan pesisir, sangat melimpah,” kata Jazilul dalam keterangannya yang diterima , Sabtu (15/8/2020).

Dia menilai apabila wilayah itu disentuh dan diseriusi untuk dikembangkan bangsa Indonesia bisa seperti yang digambarkan dan dicita-citakan para pendiri bangsa, adil, makmur, dan merata.

Politisi PKB itu mengatakan, kesejahteraan, adil, dan makmur yang tercipta itu akan semakin membuat rakyat mencintai Indonesia, semakin bertambah cintanya rakyat kepada bangsa dan negara Indonesia itulah yang akan memperkuat identitas bangsa Indonesia di tengah percaturan dunia atau globalisasi.

“Persatuan dan kesatuan akan tumbuh subur bila rasa keadilan, kemakmuran, merata dan ada di tengah-tengah rakyat,” ujarnya.

Jazilul yang biasa disapa Gus Jazil itu menilai globalisasi yang terjadi saat ini penuh dengan tantangan seperti budaya asing, kekuatan ekonomi yang liberal, dan faktor yang lain akan saling mempengaruhi dan apabila suatu negara tidak memiliki identitas yang kuat, bisa terseret atau larut dalam arus global.

Menurut dia, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, identitas bangsa Indonesia harus diperkuat, yaitu, pertama, menebalkan rasa persatuan dan kesatuan.

“MPR menanamkan hal demikian melalui Sosialisasi Empat Pilar yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Kedua, menurut dia, menciptakan kemakmuran dan keadilan yang merata, dan ketiga, bangsa Indonesia harus tegas dan berani menolak paham atau budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Sebaran Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta, Kebon Jeruk Melonjak Jadi 185 Pasien

Published

on

Continue Reading

Headline

Ternyata Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Semangat Berkreativitas Atlet dan Musisi

Published

on

Continue Reading

DPR

Debat Alot DPR-Pemerintah Soal Pekerja Kontrak, ada apa ya Permasalahannya ?

Published

on

Continue Reading
Loading...