Connect with us

Ekonomi

Pekan Ini Harga CPO Kelapa Sawit Mendatar

Published

on

Realitarakyat.com – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah tipis di pekan ini akibat potensi naiknya tingkat produksi serta anjloknya ekspor dari Malaysia.

Melansir data Refinitiv, sepanjang pekan ini hanya CPO melemah 0,15% ke 2.681 ringgit (RM) per ton. Meski demikian, CPO masih belum jauh dari level tertinggi 6 bulan RM 2.808/ton yang dicapai pada 4 Agustus lalu. Sejak mencapai level tersebut hanya minyak nabati ini bergerak sideways.

Harga CPO bergerak bagai roller coaster sepanjang tahun ini. Pada pertengahan Januari lalu, CPO mencapai level tertinggi 3 tahun di RM 3.150/ton, tetapi setelahnya terjun ke 38,44% ke RM 1.939/ton pada 6 Mei lalu. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 2019.

Setelah mencapai level terendah 10 bulan tersebut, CPO kembali melesat naik 44,81% ke RM 2.808/ton pada 4 Agustus lalu.

Pandemi penyakit virus corona (Covid-19) menjadi pemicu utama pergerakan roller coaster tersebut. Guna meredam penyebaran virus corona, banyak negara menerapkan kebijakan karantina (lockdown) sehingga roda bisnis menjadi menurun bahkan nyaris mati suri. Akibatnya permintaan CPO pun menurun, harganya menjadi merosot.

Sementara selepas Mei, negara-negara mulai melonggarkan lockdown, perekonomian China yang merupakan asal virus corona mulai bangkit, permintaan CPO pun perlahan naik lagi. China merupakan salah satu konsumen CPO terbesar di dunia, sehingga ketika perekonomiannya bangkit memberikan dampak yang besar.

Di pekan ini, para trader juga mengkhawatirkan potensi kenaikan output mengingat sudah masuk puncak produksi di Malaysia. Hanya saja faktor berupa ketersediaan tenaga kerja menjadi tantangan lain.

Produsen minyak sawit Malaysia sedang melakukan upaya rekrutmen untuk mempekerjakan penduduk setempat dan mempercepat mekanisasi industri saat mereka bergulat dengan kekurangan tenaga kerja asing yang parah akibat pandemi virus corona.

Reuters melaporkan, jelang puncak musim produksi September-November, perusahaan memasang spanduk di dekat perkebunan dan memasang iklan pekerjaan online yang membanggakan perumahan gratis, air gratis, dan fasilitas kehidupan perkebunan lainnya untuk memikat pekerja.

Larangan perjalanan dan mobilitas publik telah membuat produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia itu mengalami kekurangan 37.000 pekerja, hampir 10% dari total tenaga kerja.

Sementara itu, surveyor kargo dari Intertek Testing Service melaporkan ekspor Malaysia periode 1 sampai 20 Agustus anjlok 18,2% menjadi 946.338 ton, dibandingkan periode yang sama bulan Juli 1.157.020 ton.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Sempat Terpuruk Akibat Pandemi, Produktivitas Industri Manufaktur Mulai Membaik

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Ekonomi

Menkop: Menjadi Wirausaha Adalah Pilihan Tepat

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Ekonomi

Ketum BPP Hipmi: UU Ciptaker Berikan Dukungan Majukan UMKM

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading
Loading...