Connect with us

Headline

Desakan Warga Sumbar Puan Minta Maaf Semakin Deras

Published

on

Realitarakyat.com – Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Guspardi Gaus menilai, politisi PDI Perjuangan Puan Maharani yang tak lain adalah Ketua DPR RI, tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan dan sikap yang menghubungkan antara masyarakat Sumatra Barat dengan partai tempatnya bernaung.

Andre mengatakan, masyarakat Sumbar tidak diperlukan lagi jiwa nasionalis dan Pancasilais-nya.

Karena, H. Agus Salim, Moh. Yamin dan Bung Hatta tokoh-tokoh dari Sumbar yang membantu mengisi dan menyumbangkan ide untuk Pancasila.

Sehingga menurut Andre tidak tepat, jika ada ungkapan masyarakat Sumbar tidak Pancasilais.

“Bahkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan RI ada juga dari Sumatra Barat, seperti Bung Hatta. Jadi, Provinsi Sumatra Barat provinsi yang sangat Pancasilais. Jangan samapai, maaf, punya persepsi masyarakat Sumatra Barat tidak Pancasilais,” jelas Andre pada Jumat (04/09/20).

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyebut, sebagai politisi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI, Puan sebaiknya mengklarifikasi dan meminta maaf pernyataannya yang sudah menyinggung masyrakat di Sumbar.

“Ya kalau memang salah, kenapa tidak. Sampaikan saja permohonan maaf bahwa saya minta maaf kepada masyarakat Sumbar atas pernyataan saya, dan yang saya maksudkan sebenernya bukan itu,” ujar Guspardi.

Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa sudah menjadi keinginan Mega dan Puan agar Pancasila juga dibumikan di Sumbar serta daerah lainnya secara nasional.

Hasto menyebut, pembumian Pancasila tentu akan menanamkan aspek kebudayaan, nasionalisme juga menyentuh hal-hal di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Yang dimaksudkan Mbak Puan dan sebagaimana seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan,” kata Hasto saat konferensi pers secara virtual, Rabu (2/9/2020).

Sebelumnya, doa Puan Maharani itu telah mengundang beragam reaksi. Pasalnya, tidak sedikit yang heran, bahwa yang diungkapkan Puan cukup mengisyaratkan kekecewaan, karena partai berlambang banteng moncong putih itu tidak menang di sana.

Rasa kecewa itu muncul karena raihan suara PDI Perjuangan di Sumatra Barat berada di urutan bawah.

“Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” ucap Puan.

Ungkapan doa dari Puan yang menjadi sorotan itu sejatinya setali tiga uang dengan apa yang diungkapkan oleh Megawati Soekarnoputri, ibu dari Puan Maharani.

Mega, sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, tentu saja merasa heran, kenapa partainya tidak bisa meraih suara banyak, di kota Jam Gadang.

“Saya pikir kenapa ya rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDIP. Tapi kalau untuk mencari pemimpin di daerah tersebut menurut saya masih akan agak sulit,” kata Megawati di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Padahal, baik Mega dan Puan, sama-sama ada darah Minang yang mengalir di dalam tubuh mereka. Ya, Ibu Fatmawati, istri dari proklamator Ir Soekarno adalah orang Minang.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kapolri Idham Azis Dorong Humas Jadi Sumber Informasi Cepat dan Tepercaya

Published

on

Continue Reading

Headline

Perludem : Tiga Faktor Penentu Partisipasi Pemilih Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

Continue Reading

Headline

Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram Seruan Syaikh As-Sudais Terkait Karikatur Nabi Muhammad

Published

on

Continue Reading
Loading...