Connect with us

Headline

Pipa Gas Cirebon-Semarang Mandek, Pemenang Tender Proyek PT Rekind Tidak Kunjung Kerjakan

Published

on

Realitarakyat.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kecewa melihat pembangunan pipa gas ruas transmisi Cirebon-Semarang mandek. Padahal, ground breaking sudah dilakukan sejak 7 Februari 2020 lalu, namun sampai saat ini kemajuannya masih 0%.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan PT Rekayasa Industri (Rekind) yang menjadi kontraktor dalam pembangunan pipa setelah menang dalam proses lelang tidak kunjung membangun pipa Cirebon-Semarang tersebut.

Ifan, sapaan akrabnya, akan segera memanggil pihak Rekind dan juga PT Pupuk Indonesia sebagai induk usaha guna mengetahui alasan di balik belum berjalannya proyek ini. Namun dia mengatakan salah satu kendala yang dihadapi saat ini yaitu belum adanya perjanjian transportasi gas (Gas Transportation Agreement/ GTA) dengan calon pemasok gas.

“Kami akan memanggil Rekind dan pimpinan Pupuk Indonesia, disaksikan Komisi VII DPR, ini Rekind ini mau sungguh-sungguh apa tidak. Dia kan sudah janji. Makanya ground breaking Februari lalu,” Ucapnya, Rabu (16/9/2020).

Tarif pengangkutan berdasarkan hasil lelang telah disepakati US$ 0,36 per MMBTU. Jika Rekind tidak kunjung mengerjakan proyek ini, Ifan mengancam akan mencabut izin dan melakukan lelang ulang.

“Kami mau minta komitmennya. Sungguh-sungguh tidak mau bangun? Kalau tidak, nanti kami melelang ulang atau cabut izin ini pembangunan pipa,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proyek ini adalah proyek jangka panjang sekitar 30-40 tahun, sehingga permintaan gas harus diciptakan untuk jangka panjang.

Menurutnya, potensi sudah ada seperti di Kendal, Batang, dan Balongan. Dengan demikian, semestinya tidak ada alasan lagi bagi Rekind untuk tidak segera membangun pipa gas Cirebon-Semarang ini.

“Kan ini proyek bukan jual pisang goreng, ini proyek untuk 30-40 tahun, permintaan diciptakan untuk jangka panjang. Kan sudah ada di Kendal, Batang, Balongan, potensi sudah ada. Pertagas saja bangun Gresik-Semarang (Gresem),” jelasnya.

Sebelumnya, saat ground breaking Ifan mengatakan pembangunan pipa ini menjadi komitmen BPH Migas sejak 14 tahun lalu. Dirinya meminta agar pembangunan bisa selesai tepat waktu 24 bulan ke depan.

“Harus selesai 7 Februari 2022, Presiden Jokowi atau Menteri ESDM nanti meresmikan,” ungkapnya dalam sambutan.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Soal Film G30/S/PKI, Mahfud MD: Saya Selalu Nonton karena Bagus Dramatisasinya

Published

on

Continue Reading

DPR

Mayjen TNI Purnawirawan TB Hasanudin : Gatot Nurmantyo Bohong, Dia Dicopot Bukan Karena Film PKI

Published

on

Continue Reading

Headline

Jokowi: Pandemi Covid-19 Momentum Perbaikan Ekonomi Desa

Published

on

Continue Reading
Loading...