Connect with us

Headline

Jokowi Bangun Bandara Atas Laut, Amfibi Made in RI Disiapkan

Published

on

Realitarakyat.com – Pemerintahan Presiden Jokowi serius merencanakan pembangunan bandara perairan atau seaport. Saat bersamaan pengembangan pesawat pendukungnya jugs disiapkan, termasuk N219 versi amfibi, buatan Indonesia.

Bandara perairan atau waterbase, yang bakal dibangun untuk mendukung pariwisata. Jenis bandara ini di atas air, baik danau maupun laut dengan pesawat amfibi.

Bandara perairan belum begitu dikenal di Indonesia, ada beberapa bandar udara perairan yang merupakan bandar udara khusus yaitu bandar udara perairan milik Newmont (Aman Mineral) yang berlokasi di Benette Nusa Tanggara Barat (NTB), Bandar Udara Moyo di NTB, bandar udara Perairan di Pulau Bawah Anambas, dan Kahayan River di Kalimantan Tengah.

Ada 10 lokasi yang jadi studi Kemenhub untuk waterbase adalah daerah Danau Toba – Sumatera Utara; Pulau Senua – Kepulauan Riau; Pulau Gili Iyang, Sumenep – Jawa Timur; Derawan, Berau – Kalimantan Timur; Gili Trawangan, Lombok Utara – NTB, Labuan Bajo, Manggarai Barat – Nusa Tenggara Timur; Bunaken, Manado – Sulawesi Utara, Wakatobi – Sulawesi Tenggara, Pulau Widi, Halmahera Selatan – Maluku Utara; dan Raja Ampat – Papua Barat.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto kembali mengulas rencana tersebut di sela Dialog Publik Hari Perhubungan Nasional bertajuk ‘Wujudkan Asa, Majukan Indonesia’.

“Kami mempunyai program untuk membangun 5 seaport. Nah seaport ini tentu saja akan kami optimalkan. Sebagai pilot project mulai 2020 sampai ke depan secata bertahap kita akan menghidupkan seaport,” ujarnya, Kamis (17/9/20).

Keberadaan bandara di laut ini bakal dibarengi dengan upaya menggenjot produksi pesawat amfibi di dalam negeri. Sejauh ini, pengembangan pesawat amfibi tengah dilakukan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Termasuk syukur-syukur akan berkoordinasi pabrikan dan industri nasional seperti PTDI untuk N219. Kami harapkan untuk dorong juga siapa tahu kita bisa memproduksi secara nasional N219 yang versinya adalah versi amfibi,” kata Novie.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap sederet proyek infrastruktur yang saat ini jadi prioritas untuk dibangun. Salah satunya adalah 5 bandara perairan, yang bakal dibangun untuk mendukung pariwisata.

“Kita membangun 21 bandara baru. Kita membangun 10 bandara hub primer. Melakukan perbaikan 175 bandara, dan juga mengupayakan 5 lokasi bandara perairan untuk pariwisata perairan,” kata Budi Karya Sumadi dalam sebuah webinar, Jumat (14/8/20).

Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga sempat mengungkit adanya rencana pembangunan bandara perairan. Ini untuk mendukung pesawat udara yang dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata.

“Kita juga ingin mengembangkan kapal-kapal seaplane ini untuk di daerah daerah yang banyak orang diving. Seperti Danau Toba, seperti Labuan Bajo, di Raja Ampat,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa proyek ini harus punya manfaat di dalam negeri. Komponen dalam negeri jadi perhatian serius agar berdampak positif bagi masyarakat.

“Ini kita coba pakai dalam negeri. Karena presiden perintahkan penggunaan APBN, penggunaan stimulus. Kita upayakan semua pakai lokal konten,” tegasnya.

Adapun pada tahun 2020, PT Dirgantara Indonesia pernah menargetkan akan memproduksi 4 pesawat N219 dan dalam waktu 11 tahun bisa dihasilkan 532 unit pesawat. Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro menyebutkan bawah sebagai karya anak bangsa, N219 ini ditargetkan dapat menggunakan 60% komponen lokal.(ilm)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Dihari Sumpah Pemuda, Fraksi PKS DPR Raih Teropong Democracy Award 2020

Published

on

Continue Reading

Headline

Supervisi, KPK Bisa Ambil Alih Perkara Kejagung-Polri

Published

on

Continue Reading

Headline

Wapres Ma’ruf Amin: Indonesia Perlu Demokrasi yang Berkualitas

Published

on

Continue Reading
Loading...