Connect with us

Headline

Polda Metro Berhasil Menangkap Komplotan Perampok Mini Market Dengan Bersenjata Api

Published

on

Realitarakyat.com – Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap komplotan perampok mini market bersenjata api melakukan aksinya di dua provinsi yaitu, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyatakan, komplotan ditangkap terdiri dari empat orang.

Seperti perampokan mini market sebelumnya, lanjut Yusri, modus dipakai komplotan ini adalah berpura-pura sebagai pembeli di mini market yang sudah ditergetkan komplotan perampok satu ini.

“Hingga akhirnya, mereka mengancam kasir dengan senjata api dan senjata tajam yang dibawa. Karena, pertama saat mereka menodongkan senjata itu, mereka arahnya pasti ke brankas, untuk buka isi brankas. Biasanya, mereka menargetkan mini market yang sepi pembeli, atau menunggu pembeli sepi,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020).

Yusri mengatakan, dari tangan para tersangka, telah diamnkan senjata api, dan senjata tajam.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit mobil, serta beberapa pakaian pelaku yang diduga dipakai saat merampok,” kata dia.

Meski demikian, dia masih belum membeberkan nama para tersangka.

“Berinisial RN, PMH, JF dan MD ditangkap petugas di dua tempat. Di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat dan Pangkalan 12, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada pekan lalu,” kata Yusri.

Yusri menjelaskan, menurut pengakuan seorang tersangka, mereka sudah melakukan perampokan sebanyak 11 kali.

“Empat kali di Jakarta, dan tujuh kali di wilayah Jawa Barat. Namun, sampai saat ini masih kita dalami terus,” ungkap Yusri.

Empat orang tersangka perampokan ini, kata dia, memiliki peran masing masing.

“Otak dari komplotan perampok ini sendiri adalah RN,” kata Yusri.

Tersangka PMH dan JF dikatakannya sebagai pemantau saat merampok di tempat lokasi yang ditentukan komplotan ini.

“Sedangkan tersangka MD, sebagai sopir dan menunggu di luar,” tutur Yusri.

Dia juga langsung menyebut jeratan hukum untuk para tersangka.

“Para pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancaman sembilan tahun penjara,” tegas Yusri.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Warga Hitadipa Papua Masih Mengungsi Minta TNI Ditarik Keluar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Mulai 1 Oktober Pemkot Cirebon Akan Berikan Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Protkes

Published

on

Continue Reading

Headline

Gunung Salak Terkonfirmasi Longsor, Doni Minta Masyarakat, Siaga!

Published

on

Continue Reading
Loading...