Connect with us

Headline

India Disarankan Persenjatai Warga Desa di Perbatasan untuk Cegat Tentara China

Published

on

Realitarakyat.com – Pemerintah India diminta memaksimalkan peran warganya untuk memantau aktivitas militer China di wilayah perbatasan. Ada usulan warga desa di dekat perbatasan diberi pelatihan militer dan dipersenjatai.

Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Polisi Negara Bagian Himachal Pradesh, Sanjay Kudu. Dia menyebut warga di wilayah itu sebagai orang yang paling dekat dengan perbatasan India-China di Himalaya.

Atas dasar itulah, Sanjay mengusulkan militer India mempersenjatai dan melataih penduduk setempat untuk melaporkan kemungkinan penampakan mata-mata, drone, serta helikopter China yang luput dari pantauan penjaga perbatasan India.

“Entah itu apakah orang perbatasan atau pedalaman, orang-orang desa perlu dilatih untuk membela diri,” kata Sanjay dikutip dari AFP, Sabtu (19/9/2020).

Lobsang Gyalsten, seorang perwakilan dari sebuah desa yang berjarak 30 kilometer dari perbatasan sangat berharap usulan itu terealisasi karena diyakini dapat menenangkan warga desa yang khawatir.

“Dalam beberapa minggu terakhir mereka telah melihat lebih banyak aktivitas pesawat tempur di wilayah tempur,” ujarnya.

“Mereka sering bertanya-tanya apakah China menyerang,” lanjutnya.

India tengah mengebut pengerjaan pembangunan terowongan bernilai 400 juta dolar AS (Rp5,8 triliun) berada di negara Himachal Pradesh. Fasilitas tersebut akan memangkas jarak 50 kilometer melalui jalur pegunungan yang tertutup salju di musim dingin dan sering mengalami tanah longsor.

Jalan pintas ini memungkinkan mobilitas tentara tidak terganggu kondisi cuaca.

Diperkirakan fasilitas terbaru India itu akan rampung paling cepat akhir September ini. Perjalanan ke perbatasan yang dulunya menghabiskan waktu hingga 4 jam melewati jalan berkelok dan tebing tinggi akan lebih singkat jadi 10 menit melewati terowongan yang menembus gunung.

“Ada saat di rute tersebut (lewat jalur biasa) kendaraan mogok dan menyebabkan kemacetan lalu lintas bahkan enam hingga delapan jam,” kata Kepala Organisasi Jalan Perbatasan (BRO) India, Letnan Jenderal Harpal Singh dikutip dari AFP, Jumat (18/9/2020) yang lalu.

“Terowongan ini dan rencana infrstruktur lainnya banyak diubah bagi keperluan pasukan,” lanjutnya.

Pembangunan terowongan itu dimulai setelah tentara dua negara terlibat bentrokan pada Juni lalu yang menewaskan 20 pasukan perbatasan India.

Sejak insiden itu, baik China dan India berlomba membangun infrastruktur militer dan menambah personel tentara di sepanjang aliran sungai di Lembah Galwan yang disengketakan.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Jiwasraya Disuntik Modal Rp20 Triliun, Politisi PKS Mardani Ali Sera Soroti Langkah Pemerintah

Published

on

Continue Reading

DPR

Jiwasraya Disuntik Modal Rp20 Triliun, Politisi PKS Mardani Ali Sera Soroti Langkah Pemerintah

Published

on

Continue Reading

Headline

Lebih Cepat Lebih Baik, Capres Diusulkan Dimunculkan Jauh-jauh Hari

Published

on

Continue Reading
Loading...