Connect with us

Ragam

Gatot Koar Koar Mengaku di Pecat Lantaran Perintahnya Menonton Film G30 S PKI

Published

on

Realitarakyat.com – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, berbicara mengenai perintah menonton film G30S/PKI yang dikaitkan dengan cerita pergantiannya dari jabatan Panglima TNI.

Dalam sebuah perbincangan di Youtube, , Gatot Nurmantyo awalnya menyinggung berita sekitar 2017, tentang generasi muda yang tidak percaya adanya PKI. Gatot lantas mengaku, sudah memberi kuliah umum di 59 universitas.

“Dengan data-data yang ada pertama kali pada tanggal 10 Maret saya masih jabatan Pangkostrad, saya beranikan untuk memberikan kuliah umum tentang proxy war di UI. Dan sampai dengan saya Panglima TNI, sudah 59 universitas saya melaksanakan kuliah umum,” kata Gatot yang dikutip Rabu (23//2020).

Pada saat memberikan kuliah umum, ia bertanya kepada para mahasiswa S1 sampai S3, soal latar belakang akan terjadi krisis pangan energi dan air. Gatot menyebutkan, ketika itu ia memberikan perumpamaan bahwa peserta seminar atau mahasiswa adalah presiden negara lain di luar ekuator, bukan presiden NKRI.

“Yang menurut para ahlinya menyampaikan kepada presiden bahwa 25 tahun lagi akan terjadi krisis pangan air dan energi di negaranya masing-masing. Dan melihat Indonesia yang wilayahnya 1/8 garis ekuator dunia, karena kita mengalami 3 waktu, dan semua energi sumber daya ada semuanya, apa yang akan dilakukan seorang presiden kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia?” sebut Gatot.

Dari pertanyaan itu, ia mengaku mendapatkan banyak jawaban menarik. Namun, terdapat satu jawaban yang benar-benar menarik perhatiannya. Jawaban itu adalah, membeli undang-undang dan memasukkan 1 pasal yang bisa memberi keuntungan.

“Bagaimana undang-undang kok dibeli? Komentar mereka, ‘Bapak Pangkostrad, masa Bapak tidak tahu, kan semua bisa dibeli. Kita tidak harus membeli semua anggota DPR, cukup di komisi saja sama sebagian yang (suara tidak jelas) pemerintah,” tambahnya.

“Kemudian selanjutnya kami akan merekrut orang-orang saya beri beasiswa, bukan hanya untuk kuliah di negara lain, kemudian kami juga merekrut orang-orang yang bisa kita kendalikan di Indonesia untuk kita jadikan boneka di hampir semua strata pimpinan dan staf,” jelasnya Gatot.

Selain itu ia juga berbicara mengenai negara lain yang bisa mengeruk sumber daya Indonesia, upaya memecah dan mengerdilkan ABRI, dan menjadikan Indonesia seperti pasar yang bisa membeli undang-undang.

Gatot menambahkan, negara lain yang mengincar Indonesia juga akan memecah konsentrasi dengan membentuk gerakan separatisme di daerah-daerah, dan merusak generasi muda dengan narkoba.

Setelahnya, Gatot berbicara soal arahannya untuk menonton film G30S/PKI guna memberi peringatan ketika dia menjabat Panglima TNI. Gatot lalu mengaitkan arahan ini, dengan pergantian Panglima TNI.

“Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti’,” kata Gatot.

“Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti,” sebut Gatot.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ragam

PPP Dinilai Berpeluang Diminati Kalangan Milenial, Ini Alasannya

Published

on

Continue Reading

Headline

Pollycarpus Meninggal Akibat Covid, Istri: Mohon Dimaafkan Khilaf dan Kesalahannya

Published

on

Continue Reading

Headline

Cinta Laura Kiehl dan Pertamina Foundation Wujudkan Impian Wirausaha Perempuan Jadi Kenyataan

Published

on

Continue Reading
Loading...