Connect with us

Daerah

Liputan Kegiatan Menteri Agama, Satu Wartawan Reaktif Covid-19

Published

on

Realitarakyat.com – Sebanyak tujuh wartawan di Kota Mataram melakukan swab di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi setelah sempat melakukan wawancara dengan Menteri Agama Fachrul Razi yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Satu diantara tujuh orang tersebut hasilnya menunjukkan reaktif.

“Iya ada satu orang hasilnya reaktif,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik I Gede Putu Aryadi kepada RRI, Rabu (23/9/2020)

Gede tidak bisa memastikan siapa wartawan yang dinyatakan reaktif tersebut. Namun, ia mengatakan, untuk memastikan apakah hasilnya benar-nenar positif atau negatif Covid-19 maka akan dilakukan swab kembali besok.

“Ada salah satu wartawanlah pokoknya. Besok akan dilakukan swab lagi untuk memastikan detailnya,” jelasnya.

“Tadi itu swab anti gen, memang hasilnya akurat tapi perlu swab lagi yaitu swab PCR di RSUD untuk memastikan apakah dia positif atau negatif,” tambahnya.

Gede mengatakan, saat ini wartawan tersebut sedang melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya. Ia menjelaskan, salah satu wartawan ini kondisi imunnya memang kurang baik.

Selain ketujuh wartawan tersebut, sejumlah pejabat lingkup Kantor Agama dan beberapa orang yang kontak dengan Menteri Agama sudah melakukan swab hari ini. Namun, untuk hasilnya akan di umumkan besok.

“Selain mereka kan dari lingkup kantor agama juga swab tadi, tapi hasilnya baru besok. Kalau yang lain seperti pak Gubernur dan beberapa OPD lainnya sudah keluar kan hasilnya negatif,” terangnya.

Terpisah, salah satu petugas swaber di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi Siti Ajhariyah menjelaskan, uji swab yang dilakukan ketujuh wartawan hari ini merupakan swab anti gen. Swab anti geng dilakukan melalui saluran pernafasan yaitu hidung.

“Namanya swab anti gen, tidak ada beda dengan swab biasa, cuma kalau anti bodi lewat darah anti serumnya, tapi kalau ini swab lewat saluran pernafasan,” ungkapnya.

Siti mengatakan, kalau dibandingkan dengan rapid test, hasil swab anti gen ini jauh akurat. Swab anti gen ini, kata dia untuk menunjukkan hasil pemeriksaanya apakah reaktif atau non reaktif. Jika dinyatakan reaktif makan akan dilanjutkan dengan swab PCR.

“Akurat yang ini, sama kalau misal rapid test maka akan dilanjutkan ke swab anti gen. Nanti kalau reaktif baru test PCR alat lebih canggih lagi di RSUP, kalau kita hanya anti gen saja disini,” tukasnya.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus PDAM Kabupaten Kupang, Jaksa Periksa Enam Orang Saksi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Akibat Peningkatan Kasus Covid 19, Pemkot Mataram Akan Keluarkan Edaran WFH Kembali

Published

on

Continue Reading

Daerah

Ratusan Warga Purba Julu Madina Mengungsi, Khawatir Dampak Gas Beracun

Published

on

Continue Reading
Loading...