Connect with us

Headline

Pemerintah Jepang Buka Perbatasan untuk Keperluan Bisnis

Published

on

Realitarakyat.com – Jepang melonggarkan perbatasan negaranya untuk warga internasional hanya untuk keperluan bisnis awal Oktober.

Melansir Soranews24, Kamis (24/9/2020), kebijakan ini bukan untuk liburan, melainkan hanya untuk urusan bisnis, pendidikan dan kesehatan saja. Mereka yang diutamakan masuk pertama kali adalah traveler yang berniat tinggal di Jepang selama minimal 3 bulan. Serta siswa internasional juga boleh masuk ke Jepang.

Pemerintah Jepang juga menetapkan kuota maksimum 1.000 orang per hari saja di tahap awal ini. Khusus mereka yang mendapatkan izin harus melakukan karantina diri selama 14 hari dan mengikuti protokol kesehatan demi menghambat penyebaran virus Corona baru.

Jepang mulai melonggarkan dengan mengadakan negosiasi dimulainya perjalanan bisnis dengan 16 negara terutama negara Asia yang berhasil perang dengan Corona.

Mereka yang mengurus visa ini diharapkan melakukan tes virus sebelum keberangkatan dan setelah kedatangan. Nanti setelah masuk ke Jepang mereka harus melewati masa karantina mandiri selama 2 minggu. Hal ini juga berlaku bagi pelancong bisnis jangka panjang. Selain itu pelancong juga harus menandatangani formulir pernyataan dan nama ‘penjamin’ di Jepang yang memastikan mereka mengikuti aturan selama di Jepang.

Sebagai bagian dalam persiapan pembukaan kembali, pemerintah Jepang akan meningkatkan pengujian di bandara New Chitose, Chubu, dan Fukuoka, selain bandara Haneda, Narita, dan Kansai. Jepang pun kembali melakukan persiapan Olimpiade yang tertunda.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

BMKG : Jabodetabek Waspada Hujan Disertai Petir

Published

on

Continue Reading

DPD

Peringatan Hari Santri, Senator dr. Jihan Nurlela Desak Pemerintah Terbitkan Aturan Turunan UU Pesantren

Published

on

Continue Reading

Headline

Menteri BPN Sofyan Djalil: Bank Tanah Bukan Lembaga Komersil

Published

on

Continue Reading
Loading...