Connect with us

Headline

Gunung Salak Terkonfirmasi Longsor, Doni Minta Masyarakat, Siaga!

Published

on

Realitarakyat.com – Dugaan tanah longsor di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (21/9/2020), terjawab sudah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, informasi terbaru didapat berdasarkan informasi Danramil Cijeruk dan Babinsa wilayah setempat melakukan pengecekan ke lokasi.

Longsoran dipicu salah satunya, yaitu hujan sangat lebat, pada Senin lalu (21/9/2020), dan saat itu hujan diikuti dengan angin kencang.

“Saya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah, dan di sekitar kawasan (Gunung Salak, red) agar berhati-hati. Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2020).

Doni menjelaskan, masyarakat kawasan Gunung Salak harus waspada dan siap siaga.

“Mengingat Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca, khususnya pada 26 (hari ini, Sabtu-red), dan (Minggu-besok, red) 27 September 2020, menyebutkan wilayah Jawa Barat termasuk salah satu wilayah dengan potensi hujan lebat diikuti dengan petir/kilat dan angin kencang,” kata Doni.

Sedangkan, pada Senin (28/9/2020), BMKG memprakirakan potensi hujan masih dapat terjadi dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang di Jawa Barat.

Doni juga mengatakan, berdasarkan laporan Resort PTNW Gunung Salak 1,pada Kamis (24/9/2020), curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan longsoran terjadi di bibir sungai.

“Wilayah pemantauan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Identifikasi lapangan hingga jalur Sungai Cikedung dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon),” terang Doni.

Luapan Sungai Cikedung, lanjut dia, juga dipicu rusaknya jalur sungai.

“Seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, dan kerusakan lain di bagian hilir. Beberapa catatan terkait dengan kerusakan teridentifikasi, yaitu tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji dan longsor di tiga wilayah menimpa rumah warga, musola, dan jembatan penghubung Palalangan dan Loji,” ungkap Doni.

Bahkan, menurut hasil survei Danramil Cijeruk dan Babinsa wilayah setempat, hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3, ditemukan longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras, pada Senin lalu.

Doni membantah longsor karena penebangan hutan liar di kawasan Gunung Salak.

“Pada pemantauan saat itu, Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. Bencana longsor akibat fenomena alam, kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai,” klaim dia.

BNPB mencatat, pada saat longsor Senin lalu, tinggi air sungai d ihulu atau puncak Salak-3 cukup tinggi.

“Dan air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat. Pada cuaca normal, aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem,” katanya.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Menperin : Pangsa Pasar Besar, Pemerintah Dorong Optimalisasi Industri Halal

Published

on

Continue Reading

Headline

Raja-Raja Melayu Tolak Usulan Darurat Nasional

Published

on

Continue Reading

Headline

PM Bulgaria Boyko Borissov Positif Terinfeksi Covid-19

Published

on

Continue Reading
Loading...