Connect with us

DPR

Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Polri Tangani Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Published

on

ist/net

Realitarakyat.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR, Wihadi Wiyanto mengapresiasi kerja Polri, khususnya Kabareskrim dalam menyelesaikan kasus ini.

“Saya mengapresiasi langkah Bareskrim begitu tanggap sehingga cepat memberikan kepastian terhadap kasus terbakarnya gedung Kejagung yaitu dengan menetapkannya para tersangka,” kata Wihadi, saat dihubungi wartawan, Jumat (23/10/2020).

Hal ini, kata Politisi Partai Gerindra itu, sekaligus menjawab keragu-raguan masyarakat terhadap proses penyidikan kebakaran di gedung Kejagung oleh Bareskrim dengan sikap polisi yang profesional dalam menangani kasus kebakaran tersebut.

“Jadi saya kira, ini menjawab apa pernah disampaikan Jampidum bahwa Polri tetap memproses penyidikan dan sudah menetapkan tersangka,” tegas anggota Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini.

Sebelumnya diberitakan, Polri menetapkan 8 orang tersangka kasus kebakaran di Kejaksaan Agung. Keputusan ini didapat dari hasil gelar perkara bersama dengan Kejaksaan Agung.

“Dengan ini, kami menetapkan 8 orang tersangka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (23/10/2020).

Namun, Argo belum menyebutkan identitas para tersangka dalam kasus kebakaran gedung Kejagung ini, termasuk inisial.

Argo mengatakan, dari hasil penyelidikan, para tersangka diketahui adanya tidak pidana. Tapi, mereka ditetapkan sebagai tersangka karena mereka dianggap lalai sehingga kebakaran terjadi di gedung Kejagung. “Ini karena kealpaan ya,” tambah dia.

Akibat kelalaian itu, para tersangka dijerat pasal 188, pasal 55, pasal 56 KUHP. “Ancaman hukumannya 5 tahun,” ucap Argo.

Pasal 188 KUHP berbunyi: Barang siapa menyebabkan karena kesalahannya kebakaran, peletusan atau banjir, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun atau hukuman denda sebanyak-banyaknya tiga ratus rupiah, jika terjadi bahaya umum untuk barang karena hal itu, jika terjadi bahaya kepada maut orang lain, atau jika hal itu berakibat matinya seseorang. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

DPR RI Usul Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme

Published

on

Continue Reading

DPR

Istri Edhy Prabowo Ikut Ditangkap KPK, Komisi V DPR: Ini Jadi Pelajaran

Published

on

Iis Rosita Dewi/Net
Continue Reading

DPR

KPPU Diminta Usut Dugaan Monopoli Ekspor Benih Lobster di KKP

Published

on

Continue Reading
Loading...