Connect with us

Daerah

Kasus Jonas Salean, Pengacara Sayangkan Sikap Kajati NTT

Published

on

Realitarakyat.com – Kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah di Pemerintah Kota Kupang yang melibatkan anggota DPRD NTT dari Partai Golongan Karya (Golkar) dengan kerugian Rp. 66 miliar lebih, membuat kepercayaan masyarakat terhadap Kejati NTT khususnya kepada Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH mulai luntur.

Kepercayaan terhadap Kajati NTT oleh masyarakat kini mulai hilang perlahan – lahan dengan sikap yang diambil oleh Kajati NTT untuk dilakuian pengalihan penahanan dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota kepada Jonas Salean.

Sikap Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH dinilai merupakan terobosan baru yang dilakukan di NTT dalam perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di NTT.

Lukas Mbulang, S. H kepada wartawan, Rabu (28/10/2020) menyebut bahwa sikap Kajati NTT sangat disayangkan dalam penanganan perkara tundak pidana korupsi (Tipikor) di NTT.

Pasalnya, kata Lukas, sepengetahuan dirinya dan selama menjalankan profesi sebagai advokat, Kejati NTT maupun Kejari tidak pernah melakukan penangguhan ataupun pengalihan penahanan terhadap tersangka korupsi apalagi melibatkan pejabat di NTT.

“Saya sangat sayangkan sikap Kajati NTT, Dr. Yulianto. Karena sepengetahuan saya selama beracara jaksa tidak pernah memberikan penanngguhan ataupun pengalihan kepada tersangka korupsi apalagi pejabat,” sesal Lukas.

Menurut Lukas, sikap Kajati NTT sangat disayangkan dan patut dipertanyakan oleh publik. Hal ini, akan berdampak pada nama baik institusi Kejaksaan.

“Pengalihan dan penangguhan penahanan merupakan kewenangan penyidik tapi harus dilihat perkara apa yang ditangani. Karena selama ini tidak pernah kasus korupsi dialihkan tahanannya ataupun ditangguhkan. Ini patut dipertanyakan dan sangat disayangkan,” ujar Lukas.

Dengan adanya pengalihan penahanan ini, lanjut Lukas, keberhasilan Kajati NTT yang mengungkap kasus – kasus korupsi di NTT yang mendapatkan apresiasi jadi sirna dan tidak diperhitungkan lagi dengan adanya sikap Kajati NTT dalam kasus Jonas Salean.

Ditegaskan Lukas, jika dalam kasus – kasus korupsi lainnya yang ditangani Kejati NTT, Kajati NTT wajib mengabulkan permohonan penangguhan ataupun pengalihan penahanan bagi tersangka korupsi yang diajukan oleh tersangka melalui kuasa hukumnya.

“Kalau hanya terjadi pada Jonas Salean maka saya nilai ada perlakuan yang special dari penegak hukum terhadap Jonas Salean tersangka kasus korupsi bagi – bagi tanah,” sebut Lukas.

Terpisah, Ketua Peradi NTT, Philipus Fernandes, S. H kepada wartawan mengaku bahwa ketika dirinya membela salah satu tersangka korupsi dari Kabupaten TTU, Kejati NTT tidak pernah sekalipun memberikan penangguhan ataupun pengalihan penahanan.

Menurut Fernandes, saat itu tersangka yang merupakan kliennya dalam kondisi sakit berat namun tidak pernah diberikan pengalihan penahanan ataupun penangguhan yang akhirnya tersangka harus meninggal dunia.

“Saya ingat, saya tangani kasus korupsi. Berulang kali kami ajukan penangguhan dengan alasan sakit tapi apa tidak dikabulkan oleh Kejati NTT. Akhirnya klien kami harus meninggal sebelum putusan di Pengadilan Tipikor Kupang,” jujur Fernandes.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kuasa Hukum Jonas Salean Sebut Pengadilan Tipikor Sidangkan Kasus Yang Tidak Pasti

Published

on

Continue Reading

Daerah

APMS Ajak Masyarakat Sarai Tolak Isu SARA Jelang Pilkada

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gelar Unjuk Rasa, Brigade Meo Tuntut Bubarkan FPI

Published

on

Continue Reading
Loading...