Connect with us

Ekonomi

IKM HIMKI Klaim Industri Mebel dan Kerajinan Sudah Pulih

Published

on

Realitarakyat.com – Industri mebel dan kerajinan mengklaim mulai merasakan pemulihan kendati pandemi Covid-19 masih berjalan saat ini. Sebelumnya sejak medio Maret 2020, industri ini dalam kondisi cukup mengkhawatirkan lantaran tidak ada pesanan yang masuk.

Wakil Ketua Industri Kecil dan Menegah (IKM) HIMKI Regina Kindangen mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah stimulus yang diberikan pemerintah kepada UKM umumnya dan khususnya UKM bidang homedecor dan furniture.

“Bidang ekspor saat ini mengalami masa lebih baik meski resesi ekonomi melanda bangsa kita karena daya beli di luar negeri sudah mulai membaik,” kata Regina, Kamis (29/10/2020).

Diketahui, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat jumlah tenaga kerja pada industri furnitur dan kerajinan nasional mencapai 2,1 juta orang. Pabrikan IKM atau dengan omzet di bawah US$1 juta per tahun mendominasi 80 persen dari total pelaku industri furnitur.

Pada kuartal I/2020 atau awal pandemi Covid-19 masuk ke Tanah Air, Asosiasi mencatat sekitar 120.000 tenaga kerja telah dirumahkan lantaran tidak ada pesanan dari pasar global.

Namun, saat ini Dampaknya, permintaan dari luar negeri kini mulai diterima para UKM industri mebel dan kerajinan dan kini sudah mulai menggeliat usahanya meski masih jauh dari nilai ekspor di masa sebelum pandemi.

Regina mengemukakan untuk UKM yang masih menyasar pasar lokal belum ada kenaikan berarti. Pasalnya, nilai transaksi yang mulai dirasakan ini masih sangat jauh daripada kondisi normal.

“Kami mendorong UKM yang belum menyasar pasar ekspor agar mempelajari pasar ekspor dan memperkuat pengembangan usahanya,” ujarnya.

Sisi lain, dengan disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah diharapkan dapat lebih memperhatikan untuk menekan nilai impor produk yang bisa diproduksi oleh bangsa sendiri, seperti furniture dan homedecor. Alhasil, penyerapan tenaga kerja di sektor ini bisa lebih baik dan nilai impor bisa ditekan.

“Data kami nilai produk impor homedecor dan furniture sudah mendekati Rp10 triliun, apabila ini dikembalikan pada produksi dalam negeri maka akan sangat membantu UKM kami dan mendukung pengurangan nilai impor,” pungkasnya.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Dorong UMKM Go Digital, Menkop Tekankan Tiga Hal Ini

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Ketua MPR: Cegah Tingginya Kredit Macet Diperlukan Restrukturisasi

Published

on

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (ist/net)
Continue Reading

DPR

Kunjungi PT TPPI, Komisi VII DPR Soroti Proyek Revamping Kilang

Published

on

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto (ist/net)
Continue Reading
Loading...