Connect with us

Daerah

Wakil Ketua DPRD NTT Minta Berita Pengalihan Penahanan Jonas Salean Jangan Dibesar – Besarkan

Published

on

Realitarakyat.com – Kasus pengalihan penahanan Jonas Salean dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota, ternyata membuat segelintir orang menjadi terganggu.

Khususnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Dr. Ince Sayuna, S. H, MH. Dirinya sepertinya Wakil Ketua DPRD NTT merasa terganggu dengan pengalihan penahanan Rutan menjadi tahanan kota Jonas Salean.

Jonas Salean anggota DPRD NTT yang juga mantan Walikota Kupang merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2016 – 2017 dengan nilai kerugian Rp. 66 miliar lebih.

Wakil Ketua DPRD NTT dari Partai Golkar, Dr. Ince Sayuna, S. H, MH kepada wartawan, Rabu (28/10/2020) ketika dirinya dikonfirmasi terkait jaminan untuk Jonas Salean, dirinya meminta agar jangan dibesar – besarkan beritanya.

Menurut Ince, berita pengalihan penahanan Jonas Saleabln dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota jika dibesar – besarkan maka bisa disalah mengerti oleh beberapa pihak.

“Minta tolong jangan dibesar – besarkan beritanya. Saya khawatir bisa disalah mengerti oleh berbagi pihak, ” pinta sekretaris DPD Golkar NTT ini.

Untuk diketahui, Jonas Salean dialihkan tahanannya dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota oleh Kejati NTT atas jaminan dari Wakil Ketua DPRD NTT, Dr. Ince Sayuna dan Aloysius Malo Ladi.

Dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemkot Kupang, Kejati NTT telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Jonas Salean mantan Walikota Kupang dan Thomas More mantan Kepala BPN Kota Kupang.

Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan NTT dalam kasus itu, negara mengalami kerugian keuangan negara hingga Rp. 66. 643. 013. 677, 42.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kuasa Hukum Jonas Salean Sebut Pengadilan Tipikor Sidangkan Kasus Yang Tidak Pasti

Published

on

Continue Reading

Daerah

APMS Ajak Masyarakat Sarai Tolak Isu SARA Jelang Pilkada

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gelar Unjuk Rasa, Brigade Meo Tuntut Bubarkan FPI

Published

on

Continue Reading
Loading...