Connect with us

Headline

Trump: Serangan Teroris Islam Radikal Harus Dihentikan!

Published

on

Realitarakyat.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan dukungan moril kepada Prancis setelah serangan pisau brutal yang menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice. Ia pun menyerukan serangan teroris Islam radikal harus segera diakhiri dengan mengatakan tidak ada negara yang dapat mentolerirnya.

“Hati kami bersama rakyat Prancis. Amerika berdiri dengan sekutu tertua kami dalam pertarungan ini,” cuit Trump, saat berkampanye di Florida, beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (30/10/2020).

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negara itu “diserang” menyusul insiden di Nice. Seorang pria yang meneriakkan “Allahu akbar” menerobos masuk ke dalam katedral Katolik pada Kamis pagi dan memenggal dua orang, sementara satu orang lagi terluka parah.

Media Prancis telah merilis rincian pertama tentang tersangka dalam serangan yang menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice. Fakta tersebut belum dapat dikonfirmasi oleh para pejabat, yang meluncurkan penyelidikan teroris atas kasus tersebut.

Penyerang telah diidentifikasi sebagai Brahim A, seorang pria berusia 21 tahun keturunan Tunisia. Demikian laporan media setempat, Nice-Matin. Keterangan yang sama juga dilontarkan oleh setidaknya satu anggota parlemen Prancis.

Prancis telah meningkatkan sistem peringatan terorisme ke level tertinggi setelah insiden di Nice. Macron juga mengumumkan bahwa dia meningkatkan jumlah tentara yang berpatroli di jalan-jalan dan menjaga tempat-tempat ibadah dan sekolah dari 3.000 menjadi 7.000.

Serangan Nice terjadi kurang dari dua minggu setelah pemenggalan kepala Samuel Paty, seorang guru terbunuh di luar sekolahnya di dekat Paris.

Sebagai bagian dari pelajarannya tentang kebebasan berekspresi, Paty dilaporkan telah menunjukkan kepada siswanya gambar kartun Nabi Muhammad. Penyerangnya, seorang Islamis garis keras asal Chechnya, kemudian dibunuh oleh polisi saat melawan penangkapan.

Secara terpisah pada hari Kamis, polisi di Arab Saudi menangkap seorang pria yang menyerang seorang penjaga di luar konsulat Prancis di Jeddah dengan “alat tajam”.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Jaksa Selamatkan Uang Negara Rp. 128 miliar

Published

on

Continue Reading

Headline

Dirjen GTK : Guru Honorer Dibantu Belajar Agar Lolos PPPK

Published

on

Continue Reading

Daerah

Terbukti Korupsi, Muhamad Ruslan Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

Continue Reading
Loading...