Connect with us

Daerah

Muhamad Ruslan Terdakwa Kasus Bank NTT Surabaya, Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara 

Published

on

Realitarakyat.com – Senin (9/11/2020) Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi jangka panjang tahun 2018 lalu pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan oleh jaksa Penuntut Umum yang dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Turut hadir JPU, Hendrik Tiip dan Herry C. Franklin serta kuasa hukum terdakwa Muhamad Ruslan yakni Philipus Fernandes dan George Nakmofa.

Dalam amar tuntutan, JPU menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya, dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Untuk itu, terdaka Muhamad Ruslan dituntut selama 10 Tahun penjara. Selain pidana badan selama 10 tahun, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 750 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Menurut JPU, terdakwa dituntut selama 10 tahun penjara karena dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Sedangkan menurut JPU, terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Menurut JPU, dalam perkara ini ada dua alasan dalam penuntutan yakni hal – hal yang memberatkan seperti terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sedangkan hal – hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa juga mengakui dan menyesali seluruh perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 9. 050. 000. 000 kepada negara cq Bank NTT Cabang Surabaya yqng diperhitungkan dari uang sitaan sebesar Rp. 9. 509. 924. 588 dan sisanya sejumlah Rp. 459. 924. 588 dikembalikan kepada terdakwa Muhamad Ruslan.

Usai JPU membacakan tuntutan, ketua majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa.(rey)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Jaksa Selamatkan Uang Negara Rp. 128 miliar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Terbukti Korupsi, Muhamad Ruslan Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

Continue Reading

Daerah

Terbukti Korupsi, Dua Terdakwa Kasus Bank NTT Cabang Surabaya Dituntut Berbeda

Published

on

Continue Reading
Loading...