Connect with us

Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas, Kecerdasan Artifisial Diyakini Ungkit Ekonomi Masa Depan

Published

on

ist/net

Realitarakyat.com – Pemerintah meyakini pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) akan mengungkit ekonomi masa depan karena meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis serta mendorong inovasi di berbagai sektor.

“Pemerintah meyakini AI mampu menjadi game changer, dan sedang terakselerasi di masa pandemi saat ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Inovasi Indonesia AI Summit (AIS) 2020 secara virtual, di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Menurut dia, AI dapat diterapkan di banyak sektor namun pemerintah memprioritaskan beberapa sektor sebagai pengungkit, salah satunya sektor manufaktur.

Untuk itu, intervensi pemerintah untuk mempercepat implementasi industri 4.0 diperlukan guna merevitalisasi industri manufaktur Indonesia.

“Penerapan industri 4.0 tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas pekerja, mendorong ekspor netto, dan membuka lapangan pekerjaan tambahan sebagai upaya bagi Indonesia menuju lima ekonomi terbesar di dunia 2045 serta (diproyeksikan) berhasil lolos dari middle income trap 2036,” imbuhnya.

Untuk mendukung AI, sudah dibentuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045 yang sudah disusun melalui pendekatan quadruple helix yakni pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas masyarakat.

Pengembangan AI di Indonesia diarahkan untuk memperkuat empat kelompok etika dan kebijakan, pengembangan talenta, infrastruktur dan data serta riset dan inovasi industri.

“Pemanfaatan AI juga harus diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan pembangunan di Indonesia, termasuk penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Beberapa di antaranya adalah untuk tracking dan tracing orang-orang yang sudah mengikuti imunisasi atau vaksinasi, untuk mengetahui pergerakan dan kepadatan kendaraan dan manusia di satu tempat dalam satu waktu, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kebijakan PSBB.

“Perkembangan AI tentunya dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang menyokong perubahan terutama saat masa pandemi,” katanya.

Sebab, lanjut dia, dengan adanya pembatasan interaksi dan aktivitas fisik, maka infrastruktur dan layanan digital menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif masyarakat, dunia usaha, dan bahkan Pemerintah.

Mencermati hal itu, pemerintah menjalankan agenda transformasi digital sebagai akselerator pemulihan ekonomi nasional dan pendukung transformasi ekonomi. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Indonesia dan Swedia Komitmen Wujudkan Kerja Sama Berkelanjutan

Published

on

ist/net
Continue Reading

Ekonomi

Terima Banpres Produktif, Pemilik Warung Sembako Ini Mengaku Terharu

Published

on

Ade Irawan (ist/net)
Continue Reading

Ekonomi

G20 Serukan Bangun Sistem Kesiapan untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan

Published

on

Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 26 Maret 2020. KTT tersebut membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan COVID-19. (ist/net)
Continue Reading
Loading...