Connect with us

Daerah

P2P NTT Benarkan Staf Medis RSUD Kupang Meninggal Akibat COVID-19

Published

on

Realitarakyat.com – Seorang petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.Dr. W.Z.Johanes Kupang menjadi orang pertama meninggal akibat positif COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Erlina Salmun membenarkan hal tersebut , Kamis (12/11/2020).

Ia mengatakan, petugas medis berinisial DM meninggal dunia pada Selasa (10/11) sekitar pukul 09.00 WITA akibat positif COVID-19.

Pasien COVID-19 berinisial DM yang merupakan Kepala Instalasi Pemulasaran Jenasah (IPJ) RSYD Prof.Dr.W.Z.Johannis Kupang, sempat dirawat selama sembilan hari di rumah sakit milik Pemrov NTT itu.

“Pasien DM sempat dirawat selama sembilan hari di RSUD Johannes Kupang karena menderita sakit,” katanya.

Ia menjelaskan pemakaman terhadap DM yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah dilakukan di lokasi pemakaman umum Fatukoa dengan mengacu pada protokol kesehatan penanganan pasien COVID-19.

Menurut dia istri dari DM bersama dua anaknya juga terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyanga Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Sementara itu juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT Marius Jelamu mengatakan pihaknya telah melakukan tes usap terhadap para petugas medis di ruangan IPJ RSUD Prof.Dr.W.Z.Johanes Kupang.

“Pengambilan usap ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan rumah sakit setelah DM salah seorang petugas medis setempat meninggal dunia akibat positif COVID-19,” kata Marius.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Peduli Sesama, Kejati NTT Serahkan Bantuan Untuk Jupar

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dua Terdakwa Kasus Bank NTT Cabang Surabaya Dituntut Berbeda

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kuasa Hukum Jonas Salean Sebut Pengadilan Tipikor Sidangkan Kasus Yang Tidak Pasti

Published

on

Continue Reading
Loading...