Connect with us

DPR

Ini Klarifikasi Ketua DPR RI Puan Maharani Soal Mikrofon Mati Saat Bahas RUU Omnibuslaw

Published

on

Realitarakyat.com – Ketua DPR RI Puan Maharani akhirnya mengklarifikasi soal insiden mikrofon mati saat Fraksi Demokrat menyampaikan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Hal tersebut diungkapkannya dalam wawancara bersama presenter Boy William di channel YouTubenya.

“Bu, Ketua DPR aku punya pertanyaan, itu kenapa kemarin kasus mic tiba-tiba bisa mati?” tanya Boy pada Puan.

Kemudian Puan menjawab Boy dengan tenang, ia menjelaskan mengenai aturan dan sistem yang terjadi ketika mikrofon di atas meja ruangan sidang. Pada hakekatnya, memang semua anggota DPR memiliki hak untuk berbicara.

Namun, lanjut Pua, ketika sidang ada lima orang pimpinan DPR akan bertindak sebagai pimpinan Rapat Paripurna DPR secara bergantian. Pemimpin rapat paripurna DPR tersebut harus bisa mengatur jalannya persidangan agar berjalan dengan lancar.

Untuk itu, kata Puan, anggota DPR yang ingin berbicara harus bergantian.

“Jadi kalau satu orang sudah diberikan kesempatan bicara, harusnya tidak mengulang lagi berbicara, tapi memberikan kesempatan pada yang lain untuk berbicara. Kalau di floor itu lagi berbicara, di atas itu enggak bisa ngomong, karena otomatis.

“Ya, karena anggota tersebut terus berbicara, akhirnya ketua sidang tidak memiliki kesempatan untuk berbicara akibat mikrofon mati,” papar Puan.

Untuk itu, Puan membantah jika dia dituduh mematikan microfon dengan sengaja.

“Saya mematikan mic tersebut bukan disengaja, tapi untuk menjaga jalannya persidangan, supaya berjalan baik dan lancar, dan karena waktu itu sebenarnya sudah diberikan kesempatan untuk berbicara tapi ingin berbicara lagi, berbicara lagi,” tutup Puan.

Sebelumnya, Fraksi partai Demokrat memutuskan untuk walk out dari Rapat Paripurna DPR yang membahas pengesahan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) pada Senin (5/10/2020)lalu, setelah mikrofonnya dimatikan oleh Puan Maharani.

Politikus Demokrat Benny K. Harman menegaskan bahwa partai Demokrat memilih Walk Out dari sidang tersebut. Ia memutuskan hal tersebut, lantaran dirinya telah ditolak oleh sang pemimpin sidang Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin saat ingin interupsi.

“Pak, ketua sebelum pemerintah yang saya banggakan dan hormati, satu menit pak ketua, satu menit,” kata Benny.

“Tidak, saya yang mengatur dalam kesempatan ini. Ya, kita persilakan kepada pemerintah untuk menyampaikan pandangan,” timpal Azis.

“Kalau begitu demokrat menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab,” tegas Benny.

Kemudian, terlihat bahwa Benny dan tim telah berjalan keluar meninggalkan sidang pengesahan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker).(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Puslit Setjen DPR Gelar Seminar Bahas Penguatan Ekonomi Nasional

Published

on

Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi (ist/net)
Continue Reading

DPR

Komisi VII Komitmen Bahas RUU Energi Baru Terbarukan

Published

on

Ratna Juwita (ist/net)
Continue Reading

DPR

Wakil Ketua Komisi X: Perubahan Kebijakan Guru harus Sistemik

Published

on

Hetifah Sjaifudian, (ist/net)
Continue Reading
Loading...