Connect with us

Daerah

Kejati Ambon Berhasil Menangkap DPO Kasus Korupsi

Published

on

Realitarakyat.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Ambon menjebloskan terpidana Muhammad Ridwan Pattilow ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambon, Jumat (13/11/2020) pagi.

Muhammad Ridwan merupakan terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengerjaan Water Front City Pantai Merah Putih di Kota Namlea, Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Muhammad Ridwan sebelum dijebloskan ke penjara merupakan daftar pencarian orang selama tujuh bulan.

“Muhammad Ridwan Pattilow, terpidana kasus , dijebloskan telah dijebloskan ke tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambon,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, Muhammad Rudi.

Rudi menjelaskan kronologi penangkapan terhadap terpidana ini pada Rabu (11/11/2020), berawal saat tim intel Kejaksaan Tinggi (kejati) Jambi, mendapat informasi mengenai keberadaan Ridwan Pattilow di Jambi, dari pihak Kejati Maluku dan Kejagung RI.

Terpidana kemudian diterbangkan dari Jambi ke Ambon dengan menggunakan Pesawat Baik Air dan tiba di Ambon pukul 7.00 WIT di Bandara Pattimura Ambon.

“Tim Tangkap Buronan atau Tabur menangkap terpidana Jalan Sultan Thaha, Desa Baringin, Kecamatan Pasar Jambi, Provinsi Jambi,” jelas.

Diakui Rudi, dari informasi yang diterima, Tim Intelijen Kejati Jambi, menjelang penangkapan, mereka sudah mendatangi rumah tempat persembunyian terpidana Ridwan Pattilow di kawasan Cadas, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Saat dilakukan penangkapan, terpidana yang sedang berbaring disalah satu ruangan tak mengira akan dijemput.

“Meski ada upaya protes dari pihak keluarga, tapi akhirnya berhasil dibawa dan langsung diamankan di Kejati Jambi,”papar Rudi

Ridwan Pattilow ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Water Front City, Pantai Merah Putih di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Pada Tahap I Tahun 2015 bernilai 5,5 miliar dan II Tahun 2016, 3 miliar lebih, pada Dinas Pekerjaan Umum kabupaten setempat.

Dalam pekerjaan tersebut, ditemukan indikasi tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara yang nilainya mencapai 6,6 Miliar Rupiah. Ridwan Pattilow dalam perkara ini merupakan Konsultan Pengawas pada pembangunan WFC di Kota Namlea.

Jadi upaya eksekusi tambah Rudi, agar terpidana dapat menjalani pidana penjara 5 Tahun, denda 300 juta, subsider 4 bulan kurungan, sesuai putusan Pengadilan Tipikor Ambon pada 10 Februari 2020.

Proyek ini menjerat Empat terpidana, selain Ridwan Pattilouw, Tiga terpidana lain telah ditahan yaitu Mantan Anggota DPRD Kabupaten Buru Sahran Umasugi sebagai pemilik proyek, Sri Jurianty sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pemegang kuasa CV Aego Pratama yang mengerjakan proyek itu, Memed Duwila.(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Saksi Mengaku Diberikan Tanah Kapling Oleh Terdakwa

Published

on

Continue Reading

Daerah

KPU Bandung Targetkan Logistik Pilbup Sampai di Kecamatan Pekan Depan

Published

on

Agus Baroya (ist/net )
Continue Reading

Daerah

Kasus Labuan Bajo, Penyidik Kejati NTT Panggil 10 Orang Saksi ke Kupang

Published

on

Continue Reading
Loading...