Connect with us

Nasional

Moeldoko: Tak Ada Upaya Pemerintah Bungkam Gatot Nurmantyo

Published

on

Moeldoko/Net

Realitarakyat.com – Pemberian Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo, mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak. Sebagian menganggap, pemberian penghargaan itu, sebagai upaya untuk membungkam mantan Panglima TNI yang belakangan kerap bersikap kritis terhadap pemerintah.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020) menegaskan bahwa pemberian Bintang Mahaputera kepada Gatot Nurmantyo, atas dasar konstitusional.

“Diributkan, katanya pemberian kepada Pak Gatot upaya membungkam, nggak. Pak Gatot itu posisinya sama dengan saya. Saya diberikan bintang itu pada saat pensiun (sebagai Panglima TNI, red) dan Pak Gatot terima bintang itu dari kepala negara. Diterima. Itu ada pernyataannya,” kata Moeldoko.

“Nggak ada hubungannya bintang jasa yang diberikan presiden selaku kepala negara itu, tidak ada hubungannya dengan upaya membungkam, tidak ada hubungannya dengan netral atau independensi dipertanyakan, tidak ada hubungannya dengan reshuffle atau tidak,” ujarnya menambahkan.

Moeldoko memastikan juniornya di TNI tersebut menerima Bintang Mahaputera dari Presiden Jokowi meski tidak hadir secara fisik.

“Bahwasanya (Gatot) nggak bisa datang itu urusan kedua. Intinya Pak Gatot menerima dari presiden. Sekali lagi, (ini) menjalankan konstitusi sebagai presiden,” terangnya.

Gatot sebelumnya sudah mengirim surat alasan ketidakhadirannya saat pemberian gelar. Bagaimana penjelasannya?

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, nama Gatot pun sebelumnya tidak ada. Namun, dari data yang di-update per pukul 11.53 WIB, Gatot masuk daftar Bintang Mahaputera Adipradana sehingga total menjadi 32 orang.

Gatot mengirimkan surat langsung kepada Presiden Jokowi terkait alasan ketidakhadirannya dalam penganugerahan Bintang Mahaputera.

“Pak Gatot mantan Panglima ada bersurat kepada bapak Presiden tidak hadir, nah isinya mungkin nanti pak Menko Polhukam yang akan menyampaikan,” kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

Heru mengatakan salah satu isi dari surat yang disampaikan Gatot adalah meminta Jokowi lebih perhatian terhadap TNI. Selain itu, Gatot menyinggung soal kondisi COVID.

“Ya mungkin isinya ada beberapa yang beliau tidak setuju mungkin kondisi COVID, harus banyak memberikan perhatian kepada TNI di suratnya seperti itu,” ujar dia. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

DPR Minta Pemerintah Sikapi Serius Soal Isu Papua

Published

on

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta (ist/net)
Continue Reading

Headline

Wapres Sebut Pemekaran Belum Dapat Dilanjutkan Karena Keuangan NegaraBelum Memungkinkan

Published

on

Continue Reading

Headline

Kebijakan ATHB di Kota Bekasi Diperpanjang Sampai Tahun Depan

Published

on

Continue Reading
Loading...