Connect with us

Hukum

Bantah Terlibat Suap Nurhadi, Marzuki Tantang Bukti Dirinya Pinjamkan Uang

Published

on

Realitarakyat.com – Mantan Ketua DPR Marzuki Alie membantah dirinya terlibat dalam kasus perkara suap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Dia pun menantang Hengky Soejonto kakak tersangka pemberi suap Nurhadi Hiendra Soejonto soal bukti dirinya meminjamkan uang Rp6 miliar untuk mengurus perkara suap tersebut

Menurutnya, kesaksian Hengky tidak benar alias ngawur.

“Ya itu katanya saya minjemin duit berapa miliar. Ya tunjukin aja buktinya kan, itu ngawur kok. “Tunjukkan aja kalau ada transfer, bukti transfernya tunjukin kan gampang. Jadi nggak perlu cerita-cerita kosong lah. Tunjukkan nih ada Marzuki transfer, gitu kan. Kalau nggak nunjukin, nggak usah ngomonglah,” kata Marzuki Alie usai diperiksa di gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Dalam perkara itu Nurhadi dan menantunya bernama Rezky Herbiyono sudah jadi terdakwa dan kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Nurhadi didakwa menerima suap berkaitan dengan sejumlah perkara dari tingkat pengadilan pertama hingga tingkat PK.

Sementara itu Hiendra dijerat sebagai pemberi suap ke Nurhadi. Perkara untuk Hiendra masih dalam tahap penyidikan oleh KPK.

Nama Marzuki Alie sempat muncul dalam sidang Nurhadi pada 11 November 2020. Saat itu jaksa KPK menghadirkan saksi yang merupakan kakak dari Hiendra bernama Hengky Soenjoto.

Jaksa saat itu melakukan konfirmasi mengenai berita acara pemeriksaan (BAP) Nomor 52 kepada Hengky. Dalam BAP itu, Hengky mengungkapkan kedekatan Hiendra dengan Marzuki Alie dan Seskab Pramono Anung.

“Saya bacakan BAP 52, Saudara jelaskan awalnya antara Hiendra Soenjoto dan Marzuki Alie sangat dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar, saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra agar disampaikan ke Marzuki Alie agar disampaikan ke Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara saat itu, agar penahanan Hiendra ditangguhkan. Hal itu disampaikan di kantor Hiendra di kompleks pergudangan saat pertemuan saya pertama dengan Marzuki Alie, namun pada saat itu Hiendra tidak bisa keluar tahanan juga,” kata jaksa mengkonfirmasi BAP yang diamini oleh Hengky.

Hengky juga membenarkan BAP-nya yang menyebut Hiendra menawarkan surat utang sebesar Rp 110 miliar untuk menggantikan Azhar Umar, yang menjabat Komisaris PT MIT (Multicon Indrajaya Terminal). Namun tidak jadi karena Hiendra meminjam uang ke Marzuki Alie senilai Rp 6-7 miliar digunakan untuk mengurus perkara Hiendra.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

KPK Bakal Jerat Korporasi yang Terlibat di Kasus Edhy Prabowo

Published

on

Continue Reading

Hukum

Usut Kasus Edhy Prabowo, KPK Bakal Libatkan PPATK dan Perbankan

Published

on

Continue Reading

Hukum

Hari Ini Polda Metro Panggil Pihak Bandara Soetta di Kasus Kerumunan Massa Rizieq

Published

on

Continue Reading
Loading...