Connect with us

Politik

Golkar Pertanyakan Konsistensi Pemprov DKI dalam Aturan di Pandemi Covid-19

Published

on

Realitarakyat.com – Perhelatan acara maulid dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab berbuntut panjang karena menimbulkan kerumunan. Kerumunan di acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat berbuntut panjang. Habib Rizieq harus membayar denda Rp 50 juta karena acara itu melanggar protokol kesehatan.

Menanngapi hal itu, politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyoroti konsisten pemerintah DKI dalam membuat aturan di tengah pandemi Covid-19 selama ini. Dia menilai walaupun ada denda yang diberikan, namun menurutnya, denda sebesar denda itu tidak cukup untuk menutupi keselamatan dan kesehatan orang dalam jumlah besar.

“Saya sampaikan bahwa kuncinya ada pada penegakan disiplin protokol kesehatan. Pak Ketua Satgas menyampaikan bahwa kewenangan itu bukan pada dirinya, tapi pada Pemerintah Daerah DKI. Walaupun Pemerintah DKI telah menjatuhkan sanksi Rp 50 juta, apakah memang potensi tertularnya Covid-19 yang berakibat pada kesehatan dan keselamatan warga dalam jumlah yang besar ini cukup dikenakan sanksi sebesar itu?,” kata Ace, kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

“Seharusnya kita konsisten saja dengan aturan yang dibuat. Aturan itu harus dijalankan oleh siapapun. Jangan sampai masyarakat nanti justru tidak mempercayai terhadap aturan yang dibuat pemerintah dan melanggar aturan tersebut akibat tidak ditegakannya disiplin protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR menyarankan kepada Satgas Covid-19 untuk tidak lagi memberikan sumbangan masker kepada masyarakat. Meskipun, itu upaya pencegahan, dia khawatir akan terjadi lagi acara kerumunan dan malah meminta masker kepada Satgas.

“Saya sampaikan untuk apa selama delapan bulan ini kita melakukan kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak & mencuci tangan) kalau kita sendiri tidak konsisten dengan apa yang kita kampanyekan. Namun, Pak Kepala BNPB menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan upaya pencegahan agar masyarakat yang ada dalam kerumunan dan tidak memakai masker diberikan masker kepada mereka,” ujar Ace.

“Saya sampaikan bahwa saya khawatir nanti kelompok masyarakat yang lain, mengadakan acara yang sama dan meminta BNPB untuk mengirimkan masker. Padahal jelas-jelas tindakan itu selama pendemi Covid-19 dilarang,” lanjut Ace.

Acara Maulid Nabi yang digelar bersamaan dengan pernikahan putri Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, dengan Irfan Alaydrus itu dilaksanakan pada Sabtu (14/11/2020) kemarin malam. Terlihat jemaah berkerumun, terutama di dekat panggung.

Jemaah yang hadir memadati sepanjang Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat. Jemaah yang hadir tidak menjaga jarak dan berimpitan. Meski banyak yang bermasker, ada beberapa jemaah kedapatan tidak mengenakan masker. Ada juga yang mengenakan masker tidak sesuai, misalnya dipakai di bawah dagu.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Kata Effendi Simbolon, Perpres Pelibatan TNI Tak Perlu Dikonsultasikan ke DPR

Published

on

Effendi Simbolon (ist/net)
Continue Reading

DPR

Komisi II DPR Minta Pemerintah Pastikan Pilkada Aman dari Wabah Covid-19

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil (ist/net)
Continue Reading

DPR

Pasien Positif Covid Bisa Berikan Suara Dalam Pilkada

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI Syamsurizal (ist/net)
Continue Reading
Loading...