Connect with us

Headline

KPK Panggil Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Terkait Dugaan Kasus Gratifikasi di Mahkamah Agung

Published

on

Realitarakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, dalam kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) pada Senin (16/11/2020).

Marzuki Alie, bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Hiendra Soejonto.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (16/11/2020).

Belum diketahui, keterangan apa yang bakal digali dari Marzuki Alie. Namun, Nama Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung sempat mencuat dalam sidang kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung dengan terdakwa eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Baca Juga: Laporan Penerimaan Gratifikasi Menteri Bappenas Ditindaklanjuti KPK

Kedua nama itu mencuat saat jaksa menggali keterangan dari Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Hengky Soenjoto yang tak lain adalah kakak dari penyuap Nurhadi dan Rezky, Hiendra Soejonto.

Awalnya, jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No.52 Jaksa mengkonfirmasi keterangan di BAP soal kedekatan Hiendra dengan Marzuki Alie.

Saat berperkara dengan Direktur Keuangan PT Multicon Indrajaya Terminal Ashar Umar, Hengky, seperti dalam keterangannya di BAP dimintai tolong untuk menyampaikan ke Marzuki Alie dan Pramono Anung terkait penangguhan penahanan Hiendra.

Sementara itu terkait nama BG dan Iwan Bule, juga diungkap oleh Hengky. Dia mengaku pernah diperintah Hiendra untuk menghubungi sejumlah orang.

“Saya diminta Hiendra menghubungi beberapa orang, ada yg namanya Haji Bakri tokoh orang Madura di Surabaya. Beliaunya kan dekat dengan Pak Iwan Bule sebagai Kapolda,” kata Hengky saat memberikan kesaksian, Rabu (11/11/2020).

Hengky mengatakan Hiendra saat itu tengah bermasalah di Polda Metro Jaya. Saat itu, Hiendea tengah bersengketa dengan Direktur Keuangan PT Multicon Indrajaya Terminal Ashar Umar hingga ditetapkan tersangka dan ditahan.

Hengky mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai permasalahan tersebut. Namun, lanjut Hengky, dia juga diminta untuk menghubungi Rezky, menantu Nurhadi.

Selain itu, ucap Hengky, dia diminta Hiendra untuk menghubungi seorang berinisial BG. Menurut pengakuan Hengky, Hiendra kenal baik dengan orang berinisial BG itu.

“Jadi gini Pak Hiendra bilang sama saya kalau kenal baik sama Pak BG, Budi Gunawan loh pak ya. Cuma disuru menyampaikan saja. Tapi cuma minta tolong ya pak,” kata Hengky.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Golkar Minta Pengajuan Kenaikan Tunjangan DPRD DKI Ditunda

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Pengunjung Reaktif, Masyarakat Minta Walikota Bekasi Tutup Holywing

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Dimanfaatkan Sebagai Jalur Alternatif dan Gowes

Published

on

Continue Reading
Loading...