Connect with us

Headline

KPK Tindak Lanjuti Laporan Penerimaan Gratifikasi Menteri Bappenas Suharso Monoarfa

Published

on

Realitarakyat.com – Direktorat pengaduan masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini menjadwalkan untuk menindaklanjuti pelaporan dugaan gratifikasi Plt Ketua Umum PPP skaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa.

“Benar, sesuai informasi yg kami terima, hari ini direktorat pengaduan masyarakat menjadwalkan yang bersangkutan(pelapor) hadir untuk dapat menjelaskan perihal laporannya,” kata Ali dalam keteranga tertulisnya, Senin (16/11/2020).

Ali menyatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman terkait setiap pelaporan masyarakat ke lembaga anti rasuah.

“KPK masih akan terus melakukan telaahan terhadap laporan masyarakat dimaksud sesuai prosedur yang berlaku di KPK,” kata Ali.

Ali memastikan, KPK akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terhadap pejabar negara yang diduga melakukan gratifikasi, apalagi bisa merugikan negara.

“KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaahan terhadap laporan tersebut, untuk mendalami lbh lanjut apakah masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK,” tutup Ali.

Sebelumnya, beredar photo pelaporan tindak pidana korupsi yang dilaporkan Nizar Dahlan, yang melaporkan Menteri Bappenas kepada ketua KPK Firli Bahuri, atas bantuan carter pesawat pribadi dalam kunjungan ke Medan.

Dalam keterangannya, Nizar mengakui diundang KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi pelapor mengenai dugaan gratifikasi yang diterima Suharso berupa bantuan carter Pesawat Jet pribadi dalam kegiatan kunjungan ke Medan, Aceh, Jambi dan Surabaya. Tak hanya soal bantuan carter pesawat, Nizar yang bakal didampingi kuasa hukumnya, Welly Hanafi berencana menjelaskan mengenai dugaan tindak pidana korupsi lainnya ke KPK.

“Saya akan memenuhi undangan KPK untuk memberikan keterangan sebagai Saksi Pelapor sehubungan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Gratifikasi yang diduga diterima oleh saudara Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasiona/Bappenas yang juga merupakan Plt Ketua Partai Persatuan Pembangunan berupa bantuan carter Pesawat Jet pribadi dalam kegiatan kunjungan ke Medan, Aceh, Jambi dan Surabaya dan dugaan tindak pidana korupsi lainnya,” Kata Nizar dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/11/2020).

Nizar mengklaim, laporan yang dilakukannya merupakan bentuk ikhtiar untuk memerangi korupsi dan menyelamatkan PPP dari perilaku koruptif.

“Ikhtiar saya untuk memerangi korupsi, juga dalam rangka menyelamatkan PPP sebagai partai warisan Ulama dari perilaku koruptif pimpinannya selama ini yang telah mengarah kepada kehancuran Partai Umat ini, semoga Allah SWT menolong dan meridhai perjuangan ini, amien,” katanya.(ilm)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPD

Sultan B. Najamudin: Pelaksanaan Protokol Kesehatan Pada Pilkada Serentak 2020 Tidak Bisa Ditawar

Published

on

Continue Reading

Headline

Ini Cerita Ngabalin Soal Proses OTT KPK atas Edhy Prabowo di Soetta

Published

on

Ali Mochtar Ngabalin (ist/net)
Continue Reading

Headline

Presiden Ajak Masyarakat Dunia Tanamkan Investasi di Indonesia

Published

on

Presiden Joko Widodo (ist/net)
Continue Reading
Loading...