Connect with us

Headline

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek di Bengkalis

Published

on

Realitarakyat.com – Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, penyidik dijadwalkan memeriksa 4 orang saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIpikor) proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri.

Dana pembangunan jalan tersebut diketahui menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears, Tahun Anggaran (TA) 2013-2015 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Riau.

“Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka MB (Melia Boentaran/ kontraktor),” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Ali menjelaskan, keempat saksi tersebut masing-masing adalah Arjento swasta, Tanto Kuswanto swasta, Hadi Wiyono swasta dan Dwi Cahyo Wibowo swasta.

KPK sebelumnya telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Tersangka tersebut adalah M Nasir, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirta Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

Selain itu juga ada 8 orang tersangka lainnya dari pihak kontraktor, masing-masing Handoko, Melia Boentaran, I Ketut Suarbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

Komisi antirasuah menduga ada 4 proyek yang menjadi objek praktik rasuah para tersangka itu. Keempatnya, ialah proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu–Siak Kecil dengan nilai kerugian mencapai Rp156 miliar dan proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis dengan nilai kerugian mencapai Rp126 miliar.

Berikutnya proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis dengan kerugian ditaksir mencapai Rp152 miliar, dan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri di Kabupaten Bengkalis dengan nilai kerugian hingga Rp41 miliar.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp475 miliar.

Perkara itu merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, yakni proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dan proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

Sebagian dari 10 orang tersangka yang terlibat dalam 2 kasus itu saat ini sedang menjalani proses persidangan di pengadilan. Mereka juga telah mendapatkan kepastian hukum terap (inkrah) dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Pekanbaru, Riau.

Atas perbuatannya, 10 tersangka tersebut disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).(Din)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Manusia Silver Semakin Banyak di Kota Bekasi, Ternyata Penghasilannya Ratusan Ribu Per Hari

Published

on

Continue Reading

Daerah

Diduga Adanya Tekanan, Jaksa Bungkam Soal Pemeriksaan Pemilik Hotel Ayana

Published

on

Continue Reading

Bekasi

Tak Bisa Kerjakan PR Sekolah, Bocah di Bekasi Dianiaya Ayah Tiri

Published

on

Ilustrasi
Continue Reading
Loading...