Connect with us

MPR

MPR Berharap Pilkada Serentak 2020 Berjalan Damai

Published

on

Realitarakyat.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap Pilkada Serentak 2020 dapat berjalan sukses dan damai. Dengan demikian, pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang dapat menghasilkan pimpinan daerah yang baik dan berintegritas.

“Kita semua berharap Pilkada serentak yang tinggal tiga pekan lagi dapat berlangsung lancar dan damai. Tidak ada konflik berkepanjangan selama proses dan sesudah Pilkada. Jika pun ada perselisihan, selesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Hal tersebut ia sampaikan usai bertemu Calon Petahana Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, di Manado, Selasa (17/11).

Pada kesempatan tersebut, Bamsoet mengingatkan semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama Pilkada berlangsung. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada harus menjadi standard operating procedure (SOP), khususnya di masa kampanye dan pemungutan suara.

“Banyak daerah yang melakukan Pilkada serentak masuk dalam zona merah. Kita tentu tidak ingin Pilkada menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Terlebih, sejumlah calon pimpinan daerah terbukti terjangkit virus Covid-19,” katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini juga mengimbau agar penyelenggara Pemilu terus melakukan sosialisasi kepada calon pimpinan daerah, partai politik serta pendukungnya agar menerapkan protokol kesehatan selama proses Pilkada berlangsung.

Penyelenggara Pemilu juga harus turun langsung memantau kegiatan Pilkada untuk mencegah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

“KPU bersama Bawaslu harus berani memberikan sanksi tegas kepada bagi pelanggar protokol kesehatan selama tahapan Pilkada berlangsung. Libatkan secara aktif personil keamanan, baik Polri dan TNI, agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Bamsoet meminta calon pimpinan daerah dan tim suksesnya mengoptimalkan kampanye secara daring di masa akhir kampanye Pilkada. Hal ini dilakukan guna menghindari potensi penularan virus COVID-19 akibat kampanye tatap muka.

“Tak banyak calon pimpinan daerah yang memanfaatkan kampanye secara daring. Ini sangat disayangkan. Padahal, kampanye daring bisa mengurangi penularan COVID-19 akibat berkumpulnya massa saat kampanye,” pungkasnya.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Ketua MPR RI : Masyarakat Madani Harus Diperjuangkan Seluruh Elemen Bangsa

Published

on

Continue Reading

Headline

Bamsoet dan Cakra Khan Undi Give Away Bamsoet Channel Putaran Ketujuh

Published

on

Continue Reading

Headline

Wakil Ketua MPR : Ingin Mencari Pemimpin Datanglah ke Pondok Pesantren

Published

on

Continue Reading
Loading...