Connect with us

Ekonomi

Indonesia dan Swedia Komitmen Wujudkan Kerja Sama Berkelanjutan

Published

on

ist/net

Realitarakyat.com – Pemerintah Indonesia dan Swedia menyatakan komitmen untuk menjalin kerja sama pemerintahan dan bisnis yang berkelanjutan, yakni menyasar pada perekonomian ramah lingkungan, demikian disampaikan oleh pejabat tinggi kedua negara.

Dalam pidato di Pekan Kemitraan Berkelanjutan Swedia-Indonesia (SISP Week), Senin (23/11/2020), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Swedia merupakan rekan di Eropa yang penting untuk Indonesia, sehingga penting pula bagi dua negara untuk “bangkit bersama dari pandemi COVID-19 menjadi lebih kuat.”

“Saya yakin bahwa kemitraan kita dapat memberikan nilai tambah pada pemulihan ekonomi kedua negara, salah satunya yakni dalam membangun perekonomian yang hijau dan lebih berkelanjutan,” kata Menlu Retno.

Retno juga menekankan kembali pesan Presiden RI Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 Ekonomi Utama (KTT G20), Minggu (22/11), yang meminta negara-negara G20 untuk menggunakan momentum pandemi sebagai pendorong ekonomi hijau.

“Kami juga perlu belajar banyak dari Swedia terkait ekonomi hijau. Swedia telah menunjukkan bahwa mengombinasikan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan adalah suatu yang mungkin,” tutur Retno.

“Swedia juga dikenal luas sebagai salah satu negara yang memimpin dalam hal inovasi dan teknologi lingkungan,” kata Retno menambahkan.

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven, dalam acara yang sama, juga menyampaikan pesan serupa mengenai pemulihan ekonomi bersama kedua negara pada situasi pandemi dalam kerangka hubungan bilateral –yang tahun ini menginjak usia ke-70 tahun.

“Krisis ini mengingatkan kepada kita mengenai pentingnya kerja bersama dalam solidaritas internasional lintas batas untuk menemukan jalan demi menangani tantangan global: pandemi, krisis iklim, pemulihan ekonomi, dan ketidaksetaraan yang kian meluas,” kata Lofven.

PM Lofven juga menekankan bahwa “Keluar dari krisis ini, kita harus dan akan bangkit menjadi masyarakat yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih inklusif.”

Indonesia dan Swedia memulai hubungan diplomatik pada 1950. Kunjungan resmi pemimpin Kerajaan Swedia, Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia, ke Indonesia pada 2017 menandai hubungan yang baik antara kedua negara serta menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama.

“Pekan ini akan memberikan kesempatan kepada kita untuk terus membangun momentum tersebut dan membentuk kemitraan baru masa depan,” demikian PM Lofven. (ant/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Daihatsu Klaim Penjualan Mobil Bekasnya Selama Pandemi Tetap Laris

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

OJK Prediksi Kredit Perbankan di 2021 Tumbuh 7,5 Persen

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Akibat Penguncian di China, Harga Minyak Tergelincir

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading
Loading...