Connect with us

Daerah

Saksi Mengaku Diberikan Tanah Kapling Oleh Terdakwa

Published

on

Realitarakyat.com – Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang untuk terdakwa Jonas Salean selaku anggota DPRD NTT dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU yang dipimpin oleh majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi hakim anggota Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Turut hadir terdakwa Jonas Salean didampingi kuasa hukum, Dr. Yanto MP. Ekon, S. H, MH, Dr. Mel Ndaomanu, S. H, MH, dan Jhon Rihi, S. H. Turut hadir juga JPU, Hendrik Tiip, Herry C. Franklin dan Emerensiana Jehamat.

JPU Kejati NTT kali ini menghadirkan Kasubag Tatapem Kota Kupang, Max Bunganawa. Dalam pemeriksaan saksi Max Bunganawa mengaku bahwa dirinya mendapatkan tanah kapling didepan Sasando karena rekomendasi dari Kabag Tatapem Kota Kupang, Yanuar Dalli.

Dijelaskan Max, dirinya direkomendasikan oleh Kabag Tatapem Kota Kupang, Yanuar Dalli atas permintaan Walikota Kupang, Jonas Salean selaku terdakwa dalam kasus ini.

“Saya dapat tanah kapling didepan Hotel Sasando karena atas rekomendasi Kabag Tatapem Kota Kupang, Yanuar Dalli. Saya diberikan karena dinilai cape kerja atau berjasa untuk Walikota Kupang,” kata Saksi.

Dilanjutkan saksi, ada beberapa kriteria untuk seseorang mendapatkan tanah kapling diantaranya berpenghasilan rendah, belum memiliki tanah dan mengajukan permohonan kepada Walikota Kupang.

Ketika ditanya oleh majelis hakim mengapa tanah didepan Sasando bermasalah, saksi menjelaskan bahwa itu merupakan salah satu temuan BPK Perwakilan NTT ketika melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan berita acara dari BPK Perwakilan NTT diketahui bahwa terdapat kekeliruan dalam pembagian tanah kapling didepan Hotel Sasando. Yang mana, tanah tersebut dibagikan kepada keluarga atau orang yang memiliki hubungan darah sebenarnya itu tidak boleh dilakukan.

Saksi mengakui bahwa dirinya turut menerima tanah kapling berdasarkan hasil rekomendasi pimpinan karena dinilai telah berjasa dalam bekerja bersama dua orang lainnya.

“Saya dapat tanah juga karena dianggap telah berjasa kepada pimpinan dalam bekerja dan tanah itu saya sudah kembalikan,” kata saksi Max Bunganawa.

“Dapat tanah kapling tahun 2017 sedangkan SK Kaplingnya itu di tahun 2016 dan ada juga SK Kapling di tahun 2017, “tambah saksi.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Pasca Gempa Di Sulbar, 46 Sekolah Dilaporkan Rusak Parah

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kadis Kesehatan Sulbar Kecewa Pengungsi Gempa Banyak yang Tolak di Swab Test

Published

on

Continue Reading

Daerah

Mobil Innova Milik Perampok Toko Emas Ringsek Diamuk Massa di Batubara

Published

on

Satu unit mobil Innova berwarna putih di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh - Simpang Dolok, Batu Bara, Sumut, dirusak warga, Sabtu (23/1/21)
Continue Reading
Loading...