Connect with us

Daerah

Kejati Kembali Lirik Kredit Macet Bank NTT Rp. 17 Miliar

Published

on

Realitarakyat.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) kembali melirik kasus dugaan korupsi kredit macet senilai Rp. 17 miliar setelah kasus kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya disidangkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Saat ini, tim penyidik Kejaksaan Tinggi NTT telah melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi kredit macet salah satu rumah makan di Kupang dengan nilai mencapai Rp. 17 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Tinggi (Kajati NTT), Dr. Yulianto, S. H, MH yang sebelumnya ditemui di Kantor Kejati NTT, membenarkan adanya penyelidikan atas kasus dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT senilai Rp. 17 miliar.

Saat ditanya lebih lanjut, Kajati NTT hanya mengisyaratkan agar tenang karena akan tiba saatnya terkait kasus dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT senilai Rp. 17 miliar untuk salah satu rumah makan di Kota Kupang.

“Tenang saja pasti sampai situ juga. Tapi kita harus tenang dalam kerja,” ujar Kajati NTT.

Ditambahkan Kajati NTT, untuk lebih jelasnya lagi dalam penanganan perkara tersebut oleh Kejati NTT, dirinya meminta untuk dipertanyakan kepada penyidik Kejati NTT agar lebih jelas duduk persoalannya.

“Coba tanya langsung ke penyidiknya, bilang saja sudah konfirmasi ke Pak Kajati dan agar biar lebih jelas minta Kasi Dik Kejati NTT untuk menjelaskannya,” tambah Mantan Kajari Waikabubak, Sumba Barat Daya ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan, kredit senilai Rp. 17 miliar diajukan oleh salah satu rumah makan tanpa agunan apapun. Namun, saat ini kredit yang diajukan telah macet sejak tahun 2018 lalu.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Kejati NTT, Kundrat Mantolas, S. H yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/11/2020) membenarkan adanya penyelidikan terkait kredit macet Rp. 17 miliar pada Bank NTT Kantor Pusat.

“Iya benar. Ada penyelidikan kasus kredit macet pada Bank NTT Kantor Pusat senilai Rp. 17 miliar,” kata Kundrat.

Dikatakan Kundrat, untuk saat ini pihaknya tidak bisa berbicara lebih jauh lagi, dikarenakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan tim penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

“Saya tidak bisa mengatakan lebih jauh lagi karena masih penyelidikan (Lid) dan soal materi penyidikan (Dik) bukan tupoksi saya untuk menjawabnya, ” jelas Kundrat.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Tim Tabur Kejati NTT Bekuk DPO Kasus Korupsi Bank NTT Cabang Surabaya

Published

on

Continue Reading

Daerah

Saksi Mengaku Terdakwa Tidak Pernah Buat Laporan Keuangan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading
Loading...