Connect with us

DPR

Komisi IX DPR Tak Masalahkan Data Kesehatan Habib Rizieq Dibuka ke Publik

Published

on

Realitarakyat.com – Catatan kesehatan dan hasil swab test Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab hingga kini belum dibuka ke publik.

Menanggapi masalah ini, Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai jika permintaan Pemerintah untuk membuka catatan kesehatan Habib Rizieq demi kepentingan lebih luas.

“Ada juga memang yang mengatakan bahwa untuk kepentingan lebih luas, masyarakat luas itu diperkenankan,” kata Saleh kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Meski begitu, kata Saleh, membuka catatan kesehatan seseorang harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk itu, Pemerintah perlu kembali mengkaji Undang-Undang (UU) yang mengatur hal itu, agar tidak terjadi perdebatan di tengah masyarakat.

“Nah, pengecualian-pengecualian ini yang perlu diperjelaskan supaya tidak ada perdebatan, jadi jangan debat kusir kan, UU-nya ada tuh tentang rumah sakit, tentang kesehatan, tentang karantina kesehatan, dan lain-lain,” ucapnya.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, jika UU tersebut sudah jelas dan tidak berpotensi menimbulkan polemik, maka catatan kesehatan seseorang bisa dipublikasikan demi kemaslahatan banyak orang. Tetapi, jika UU tidak membolehkan untuk membuka catatan seseorang, maka hal tersebut tidak boleh dipaksakan.

“Tapi kan sebetulnya tidak masalah kalau dibuka, menurut saya tidak ada masalah, silakan dibuka saja, apa pun hasilnya silakan disampaikan ke publik, dan itu bisa jadi refleksi ke publik untuk berhati-hati, jaga diri, dan justru manfaatnya besar. Kalau nggak mau, ya UU tidak memperbolehkan untuk dibuka, ya itu kita tidak bisa paksa,” jelasnya.

“Coba undang-undang itu semua dibaca lagi supaya tidak ada lagi merasa ditinggalkan, merasa diambil hak-haknya, kalau menurut UU diperbolehkan dibuka ya nggak apa-apa, kalau tidak boleh ya tentu harus dijaga kerahasiaan pasiennya,” tutupnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq membuat pernyataan secara tertulis penolakan publikasi hasil swab tersebut. Surat pernyataan itu menegaskan bahwa dia tidak mengizinkan siapa pun untuk membuka informasi hasil swab-nya.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Gerindra Cecar Calon Hakim Ad Hoc Soal Hukuman Mati Pelaku Korupsi Bansos COVID

Published

on

Continue Reading

DPR

Dua Aspek Ini Tentukan Keberhasilan Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Published

on

Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly (ist/net)
Continue Reading

DPR

Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok, DPR Minta Pemerintah Berpihak Pada Petani Tembakau

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading
Loading...