Usai Sidang Jonas Salean, Pengadilan Tipikor Kupang "Dimandikan" PMI

  • Bagikan
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Usai sidang perdana Jonas Salean mantan Walikota Kupang, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2016 – 2017 senilai Rp. 66 miliar, Pengadilan Tipikor Kupang “dimandikan” oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dengan cairan disinfektan.
Penyemportan disinfektan di Pengadilan Tipikor Kupang dikarenakan membludaknya pengunjung sidang kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemkot Kupang dengan terdakwa mantan Walikota Kupang, Jonas Salean.
Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH kepada wartawan saat dilakukan penyemprotan disinfektan mengaku dirinya melakukan hal ini karena meragukan kondisi saat berlangsungnya sidang kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemkot Kupang.
Dijelaskan Jhonson, dirinya juga merasa takut dengan kondisi kesehatan yang terjadi di Kota Kupang karena saat ini jumlah penderita Covid – 19 cukup meningkat. Hal ini, mempengaruhi dirinya untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
“Ya ini karena pengunjung sidangnya banyak sekali makanya saya juga takut dan ragu. Makanya saya minta penyemprotan disinfektan,” kata Jhonson.
Ditambahkan Jhonson, dirinya juga tidak mengetahui secara pasti kondisi kesehatan setiap pengunjung sidang yang memadati ruang sidang saat digelarnya sidang perdana Jonas Salean.
Untuk Ketua PN Kelas IA Kupang menegaskan jika sidang pekan depan masih terdapat banyak pengunjung dari pihak terdakwa Jonas Salean maka ruang sidang akan ditutup hingga sidang usai digelar.
Menurut Jhonson, hal ini dilakukan guna upaya PN Kelas IA Kupang memutus mata rantai penyebaranCovid – 19 di Kota Kupang.
Terpantau, penyemprotan disinfektan dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang sekitar pukul 17 : 30 wita di seluruh ruangan Pengadilan Tipikor Kupang.(rey)

  • Bagikan