Connect with us

DPR

DPR Sebut Rencana Pemerintah Bentuk Holding BUMN Pangan Terobosan Besar

Published

on

Realitarakyat.com – Rencana pemerintah membentuk perusahaan induk (holding) BUMN pangan dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI sebagai ketua holding-nya bisa menjadi terobosan besar.

Demikian dikatakan, anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12/2020).

“Saya melihat bila perusahaan holding ini terealisasi akan menjadi terobosan besar untuk memecah persoalan pangan yang hingga saat ini banyak terkendala berkaitan persoalan data, produksi, distribusi dan transit antardaerah,” kata Nevi.

Menurut Nevi, efektivitas anggaran negara yang digelontorkan terkait pangan sangat besar dan banyak masyarakat yang berharap agar kekuatan alam negara ini dikelola dengan baik, sehingga Indonesia terbebas dari jeratan impor pangan.

Untuk itu, ujar dia, RNI juga harus memberikan bukti dengan roadmap (peta jalan) yang jelas kepada publik mengenai arah holding pangan tersebut.

“Begitu pula berkaitan dengan pengelolaan anggaran harus mampu diperbaiki dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga menjadi perusahaan yang efektif, efisien dan berkontribusi pada negara serta rakyat Indonesia,” kata Nevi.

Ia mengutarakan harapannya agar holding BUMN pangan dapat segera terealisasi dalam kondisi dan keadaan ideal baik secara visi, misi, dan implementasi.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Mohammad Toha menginginkan BUMN pangan tersebut didorong untuk memperkuat langkah-langkah revitalisasi pabrik gula di sejumlah daerah.

“Lakukan revitalisasi pabrik gula dan restrukturisasi organisasi dengan tujuan memperbaiki kinerja perusahaan guna memenuhi kebutuhan gula dalam negeri,” katanya.

Ia mengungkapkan berdasarkan data yang diterima Komisi VI DPR dari RNI, produksi gula sampai akhir 2020 diproyeksikan mencapai 238.485 ton atau mengalami penurunan delapan persen dari 2019 sebanyak 260.390 ton.

Untuk itu, ujar dia, bila perbaikan kinerja PT RNI, yang merupakan Ketua Klaster BUMN Pangan, sudah dilakukan dengan baik, khususnya pada peningkatan produksi gula, maka tidak perlu impor gula lagi.

“Impor gula dapat kita tekan dengan perbaikan kinerja PT RNI,” tegasnya.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

Kata Komisi II, Ini Alasan HTI Dilarang Ikut Pilpres, Pileg dan Pilkada

Published

on

Continue Reading

DPR

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Teknis Karantina WNI dari Luar Negeri

Published

on

Continue Reading

DPR

Dewan Minta KY Miliki Bank Data Para Calon Hakim Agung

Published

on

Continue Reading
Loading...