Connect with us

Metropolitan

Usulan Kenaikan Gaji Jatuhkan Citra Dewan Kebon Sirih

Published

on

Realitarakyat.com – Usulan kenaikan pendapatan DPRD DKI Jakarta di tengah pandemi Covid-19 malah membuat citra dan wibawa dewan jatuh.

Demikian dikatakan, pengamat politik dari Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

“Sebenarnya, kenaikan pendapatan tidak relevan dengan kondisi masyarakat yang saat ini untuk bertahan hidup saja susah. Uang negara saja sudah tidak cukup memenuhi keinginan-keinginan, kalau sekadar keinginan pasti maunya mereka, tetapi banyak hal sebetulnya lebih prioritas karena keuangan negara terbatas,” kata Pangi.

Menurut dia, DPRD DKI Jakarta seharusnya mengoptimalkan penggunaan anggaran selama pandemi Covid-19 untuk jaringan pengaman sosial, pemulihan ekonomi dan kesehatan. Usulan kenaikan pendapatan itu, kata dia, dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada wakil mereka yang berada di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat tersebut.

“Wacana seperti ini tidak perlu dimunculkan. ketidakpercayaan masyarakat kepada pejabat makin tinggi. Sentimennya bahaya, membuat kemarahan publik serta menjatuhkan citra dan wibawa DPRD DKI Jakarta sendiri. Kalau mau dapat empati, buatlah wacana gaji siap dipotong, bukan malah naik gaji,” kata Pangi.

Pimpinan DPRD DKI Jakarta sebelumnya menyatakan tidak ada kenaikan gaji anggota dewan seiring dengan peningkatan anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta menjadi Rp888 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta/Ketua Panitia Khusus (Pansus) RKT DPRD DKI Mohammad Taufik mengatakan anggaran tersebut merupakan keseluruhan kegiatan dewan di Kebon Sirih selama satu tahun. Kemudian kenaikannya karena adanya penambahan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan rakyat dalam RKT DPRD DKI Jakarta itu.

“Angka Rp888 miliar untuk keseluruhan kegiatan. Ini bukan gaji dewan. Kalau gaji Rp800 juta sebulan mantap dong,” kata Taufik di Jakarta, Selasa (1/12).

Taufik menyatakan dirinya kecewa dengan sikap Fraksi PSI DPRD DKI yang menolak Pansus RKT DPRD DKI tersebut, karena sebelumnya dalam rapat, mereka ikut tanda tangan setuju dengan kegiatan dewan tersebut.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Metropolitan

BMKG: Hari Ini Jakarta Cerah, Bodetabek Diprediksi Hujan

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading

Metropolitan

DKI Siapkan Lima Lahan Pemakaman Pasien Covid-19

Published

on

Continue Reading

Headline

Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Masum di Halte SMKN 43 Senen Jakarta Pusat

Published

on

Continue Reading
Loading...