Connect with us

Hukum

92 Ribu Personil Polisi Bakal Amankan Pilkada Serentak 2020

Published

on

Realitarakyat.com – Aparat kepolisian akan mengerahkan 92 ribu personel dalam pengamanan Pilkada Serentak 2020.

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, para personel itu ditugaskan dalam pengamanan mulai dari pendistribusian surat suara hingga hari pencoblosan.

“Kaitannya proses penyelenggaraan, di Polri saat ini melaksanakan kegiatan Operasi Mantap Praja, artinya ada kurang lebih 92 ribu personel yang dilibatkan untuk kegiatan pengamanan mulai dari proses pencetakan surat suara dan distribusinya, dari mulai pusat sampai nanti di TPS,” kata Listyo di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Kamis (3/12/2020).

Listyo menuturkan setiap TPS di daerah akan dijaga polisi. Hal itu dilakukan agar distribusi surat suara bisa berjalan lancar dan Pilkada tetap berlangsung aman.

“TPS itu betul-betul dikawal oleh Polri, untuk meyakinkan bahwa pada hari H nanti, maka surat suara yang didistribusikan tersebut betul-betul bisa sampai di TPS dan proses pemilihan yang dilaksanakan betul-betul bisa berjalan,” tuturnya.

Listyo menyampaikan Polri telah menyiapkan beberapa pola pengamanan di setiap TPS sesuai dengan Protap. Adapun dua pola yang dipersiapkan yakni pola rawan dan pola aman.

“Oleh karena itu, Protap kita di setiap TPS tentunya kita tempatkan juga personel dengan pola yang sudah diatur. Pola rawan, pola aman dan sebagainya,” ujarnya.

Listyo memastikan personel Polri akan mengawal sampai surat suara benar-benar kembali ke KPU dengan aman. Polri juga menyiapkan pasukan tambahan jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Kemudian bagaimana setelah dilaksanakan perhitungan suara, kemudian itu kotak kembali ke KPU, kemudian selanjutnya itu tentunya harus dijaga dan dikawal oleh Polri. Di samping yang terlibat langsung dalam pengamanan TPS, Polri pun juga mempersiapkan personel pasukan yang siap untuk digerakkan sewaktu-waktu,” ucapnya.

Dia menegaskan jajaran Polri siap mengamankan pelaksanaan Pilkada 2020. Termasuk siap menindak jika terjadi konflik.

“Kemudian untuk ada potensi-potensi konflik, baik sosial maupun horizontal akibat dari sengketa-sengketa Pilkada. Prinsipnya, dari Polri sudah mempersiapkan dan siap untuk melaksanakan pengamanan pemilihan yang dilaksanakan tanggal 9 Desember khususnya puncaknya pada saat dilaksanakan pencoblosan,” kata dia.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

KPK Dalami Arahan Khusus Juliari Soal Pengadaan Bansos di Jabodetabek

Published

on

ilustrasi (ist/net)
Continue Reading

Hukum

Minta Dukungan, Komjen Listyo Sigit Sambangi Para Mantan Kapolri

Published

on

Continue Reading

Hukum

Polres Banyuasin Berhasil Menangkap 7 Tersangka Narkoba, 3 Diantaranya Perempuan

Published

on

Continue Reading
Loading...