Connect with us

Daerah

Mantan Wapimcab Bank NTT Surabaya Divonis 7 Tahun Penjara

Published

on

Realitarakyat.com – Sidang kasus dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya Tahun 2018, kembali digelar Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (13/01/2021).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan putusan untuk terdakwa Bong Bong Suharso (mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya) dipimpin ketua majelis hakim, Wari Juniati didampingi hakim anggota Ikrarniekha Elmawayati Fau dan Ibnu Kholiq. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin dan Hendrik Tiip.

Dalam amar putusan, majelis hakim menegaskan bahwa terdakwa Bong Bong Suharso telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum, untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Untuk itu, terdakwa Bong Bong Suharso dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sehingga dijatuhi hukuman selama tujuh (7) tahun penjara.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sehingga dijatuhi hukuman selama tujuh (7) tahun penjara,” tegas Hakim.

Dilanjutkan hakim, selain pidana badan selama tujuh (7) tahun penjara, terdakwa Bong Bong Suharso selaku mantan Wakil Pimpinan Cabang (Wapimcab) Bank NTT Surabaya untuk membayar denda sebesar Rp. 450 juta.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Wari Juniati kembali menegaskan bahwa apabila denda sebesar Rp. 450 juta, tidak dibayar setelah putusan majelis hakim berkekutan tetap, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

“Terdakwa wajib membayar denda sebesar Rp. 450 juta, subsidair tiga (3) bulan kurungan,” tegas hakim.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakawa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan waktu dan kesempatan kepada terdakwa Bong Bong Suharso selama tujuh hari, untuk menyatakan sikap atas putusan majelis hakim.

“Jika tidak terima dengan putusan kami majelis hakim, maka terdakwa dan jaksa penuntut umum memiliki kesempatan untuk menyatakan sikap apakah terima atau banding,” kata hakim.

Terdakwa Bong Bong Suharso usai mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, menyatakan pikir – pikir selama 7 hari sesuai dengan waktu yang diberikan majelis hakim.

Hal senada diungkapkan, Jaksa penuntut umum, Hendrik Tiip, S. H dimana dirinya menyatakan pikir – pikir terhadap putusan majelis hakim. Dirinya, akan melaporkan putusan tersebut kepada pimpinan untuk mendapatkan petunjuk atas putusan majelis hakim.(rey)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Gegara Pipa Gas Bocor di Madina, 4 Orang Tewas Keracunan

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dugaan Korupsi Pengadaan Tanaman Boulevard, Kontraktor Pelaksana CV. Wiraditya Diperiksa 3 Jam

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kuasa Hukum Jonas Salean Tolak Ahli Dari BPKP Perwakilan NTT

Published

on

Continue Reading
Loading...