Connect with us

Politik

PKS Sebut Penunjukan Listyo oleh Jokowi Mirip dengan Pola Tito

Published

on

Realitarakyat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri tunggal pengganti Kapolri saat ini Jenderal Idham Azis.

Menanggapi hal ini, politikus PKS Nasir Djamil menyebut penunjukan Listyo seperti pola penunjukan Tito Karnavian.

“Ternyata kali ini Presiden tidak menggunakan pola urut kacang. Presiden mengambil pola sebagaimana saat menunjuk Tito K menjadi Kapolri,” kata Nasir Djamil kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Meski demikian, Nasir memandang Listyo Sigit sudah memenuhi syarat formal sebagai calon Kapolri. “Secara formal, Sigit telah memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian RI,” sebut anggota Komisi III DPR itu.

Lalu, bagaimana sosok Listyo di mata Nasir Djamil. Dia memberikan sejumlah pandangan mengenai calon Kapolri tunggal itu.

“Sigit tidak begitu dikenal sebelum menjadi ajudan Jokowi dan Kapolda Banten. Sosoknya juga cenderung tidak banyak bicara. Prestasinya, antara lain penangkapan Djoko Tjandra dan berujung ditangkapnya dua jenderal yang membantu Djoko Tjandra di Div Hubter,” kata Nasir Djamil.

Lebih jauh Nasir Djamil memberi tafsiran mengenai keputusan Jokowi memilih Listyo sebagai calon Kapolri. Menurut dia, Jokowi ingin Kapolri tidak berganti selama menjabat sebagai Presiden hingga 2024.

“Sepertinya Jokowi ingin sampai dia selesai menjabat Presiden, Kapolri tidak berganti-ganti. Itu sebabnya dia memilih Sigit, di samping alasan-alasan sosial politik lainnya,” kata Nasir Djamil.

Bagi Nasir Djamil, melompat-lompatnya penunjukan calon Kapolri dari sisi angkatan menunjukkan tidak ada lagi rivalitas masing-masing angkatan menuju kursi Tribrata 1. Namun, dia meminta ada antisipasi ke depannya.

“Jika tidak diantisipasi justru akan menimbulkan persoalan psikologi dan kesolidan internal kepolisian,” tukasnya.[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DPR

RUU Pemilu Larang Eks-HTI Ikut Pilpres, Ini Penjelasan Komisi II DPR

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin (ist/net)
Continue Reading

Politik

Gerindra Senayan Minta Kejagung Kedepankan Konsep Restorative Justice di Kasus Habib Rizieq dan Said Didu

Published

on

Continue Reading

Politik

Polisi Harus Tindak Tegas Tindakan Rasisme

Published

on

Continue Reading
Loading...