Connect with us

Politik

Tolak Divaksin, NasDem Sebut Ribka Tjiptaning Provokasi Masyarakat

Published

on

Realitarakyat.com – Partai NasDem ikut angkat bicara soal pernyataan anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, yang tidak mau divaksinasi COVID-19.

Menurut Waketum NasDem Ahmad Ali, sikap Ribka Tjiptaning menolak vaksin Corona Sinovac memprovokasi masyarakat, karena disampaikan terbuka.

“Ini tidak bijaksana, tidak etis, dan saya sayangkan,” kata Waketum Partai NasDem Ahmad Ali saat dihubungi, Rabu (13/1/2021).

Ali menilai Ribka Tjiptaning memiliki hak pribadi untuk ikut divaksinasi atau tidak. Namun seharusnya, sebut dia, penolakan itu tidak disampaikan secara terbuka.

“Itu hak pribadi dia untuk mau dan tidak mau divaksin. Tapi, secara etika, harusnya, ketika kemudian Anda tidak setuju, sebagai orang yang berkomitmen dengan pemerintah mestinya tidak perlu memprovokasi masyarakat untuk juga seperti itu,” ujar Ali.

“Tidak setuju kan bisa, bisa, tidak setuju kan tidak harus disampaikan secara terbuka, karena di sisi lain pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi terhadap rakyat,” imbuhnya.

Ali menyebut sikap Ribka menolak vaksin Sinovac secara terbuka akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Masyarakat nantinya bisa tidak percaya dengan pemerintah.

“Akan ada pertanyaan masyarakat, ‘loh itu kok orang partai kok. Anggota DPR aja nggak mau’, ya kan. Artinya, itu kan memprovokasi masyarakat untuk kemudian mendelegitimasi pemerintah, untuk kemudian masyarakat tidak percaya kepada dia kepada pemerintah. Disayangkan lah, menurut saya. Disayangkan, ibu dokter kemudian seperti itu,” papar Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan vaksin Corona merupakan salah satu cara untuk memotong penyebaran Covid-19. Menurut anggota DPR itu, vaksin Covid-19 yang ada telah diproses melalui sejumlah tahapan.

“Padahal di sisi lain kita tahu bahwa vaksin ini adalah salah satu solusi untuk kemudian memotong rantai penyebaran covid yang semakin luas. Kita pikir-pikir vaksinasi ini, ini kan vaksin ini bukan barang yang tiba-tiba diambil tidak melalui tahapan. Kan ini kan lewat proses dan sudah digunakan oleh negara-negara lain,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menyatakan tidak mau divaksinasi Covid-19. Ribka Tjiptaning juga mengatakan ia dan keluarganya lebih baik dikenai sanksi daripada menerima vaksin Corona.

“Saya tetap tidak mau divaksin (Corona) maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin. Saya udah 63 nih, mau semua usia boleh, tetap, di sana pun hidup di DKI semua anak-cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta, mending gue bayar, mau jual mobil, kek,” kata Ribka dalam rapat kerja (raker) Komisi IX bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1).[prs]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

PAN Sebut UU Pemilu Tak Perlu Direvisi

Published

on

Continue Reading

Politik

Demokrat Pertanyakan Visi KY soal Telaah Calon Hakim Agung yang Dibutuhkan Indonesia

Published

on

Continue Reading

Politik

PDIP: Semua Orang yang Tak Dicabut Hak Politiknya Berhak Untuk Maju

Published

on

Continue Reading
Loading...