Connect with us

Luar Negeri

Donald Trump Sebut Perusuh di Capitol Bukan Pendukung Sejatinya

Published

on

Donald Trump (ist/net)

Realitarakyat.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, merilis sebuah pesan video setelah DPR AS memakzulkan dirinya untuk kedua kali atas tuduhan menghasut pemberontakan terkait rusuh di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu. Apa isi pesan video tersebut?

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/1/2020), Trump dalam pesan videonya pada Rabu (13/1) waktu setempat menyerukan semuanya tenang di tengah ancaman kerusuhan baru menjelang pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari mendatang.

Trump juga menegaskan bahwa para perusuh Gedung Capitol AS, pekan lalu, bukanlah pendukungnya ‘yang sejati’.

Trump sama sekali tidak mengomentari atau membahas pemakzulan dirinya oleh DPR AS. Video ini dirilis beberapa jam setelah mayoritas anggota DPR AS sepakat memakzulkan Trump dalam voting dengan hasil 232 anggota mendukung dan 197 anggota menolak.

“Kekerasan massa bertentangan dengan semua hal yang saya yakini dan semua hal yang diperjuangkan gerakan kita,” ucap Trump dalam videonya, tanpa secara terang-terangan mengakui tanggung jawab atas peristiwa pekan lalu.

“Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mendukung kekerasan politik. Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa meremehkan penegakan hukum atau bendera Amerika kita yang hebat. Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mengancam atau melecehkan sesama warga Amerika,” cetusnya.

“Jika Anda melakukan salah satu dari hal-hal ini, Anda tidak mendukung gerakan kita — Anda menyerangnya. Dan Anda menyerang negara kita. Kita tidak bisa mentoleransinya,” tegas Trump, merujuk pada para perusuh Gedung Capitol AS yang memakai aksesoris bertuliskan namanya dan mengibarkan bendera MAGA (Make America Great Again) — slogan ciri khas Trump.

“Sekarang saya meminta setiap orang yang pernah mempercayai agenda kita untuk memikirkan cara-cara meredakan ketegangan, menenangkan emosi dan membantu mempromosikan perdamaian di negara kita,” imbau Trump dalam pernyataan dari Ruang Oval Gedung Putih.

Seorang pejabat AS menuturkan kepada Trump bahwa pernyataan ini disampaikan setelah Trump menerima penjelasan terbaru dari Secret Service soal rencana aksi kekerasan menjelang pelantikan Biden. Menurut pejabat AS ini, informasi itu berperan dalam keputusan Trump merekam pesan video terbaru.

Dalam pesan video yang direkam oleh Gedung Putih ini, Trump juga mengklaim adanya ‘serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebebasan berbicara seperti yang kita lihat dalam beberapa hari terakhir’. Hal ini merujuk pada berbagai media sosial yang memblokir Trump dari platform mereka usai dia dianggap menghasut kerusuhan di Gedung Capitol AS. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesehatan

Waspada! WHO Sebut Varian Baru COVID-19 Telah Menyebar ke 70 Negara

Published

on

(ist/net)
Continue Reading

Headline

AS Dan Korsel Sepakat Denuklirisasi Korut Adalah Masalah Mendesak

Published

on

Continue Reading

Headline

Tuntut Reformasi Pertanian, Unjuk Rasa Petani India Rusuh Yang Berujung Satu Orang Tewas

Published

on

Continue Reading
Loading...