Kemendikbud dan Kemeristek Digabung, Sultan DPD: Di Masa Lalu Sudah Pernah Dilakukan dan Tak Efektif

  • Bagikan
Kemendikbud dan Kemeristek Digabung, Sultan DPD: Di Masa Lalu Sudah Pernah Dilakukan dan Tak Efektif
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin (net/ist)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan kembali penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Ingat! Kita pernah punya pengalaman di masa lalu terhadap penggabungan kedua kementerian tersebut. Hasilnya justru tidak efektif dan maksimal, yang akhirnya kembali dipisahkan,” tegas Sultan melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021).

Penegasan itu disampaikannya menanggapi adapun keputusan peleburan kementerian tersebut disetujui setelah DPR mendapat Surat Presiden No. R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian. Selain penggabungan kementerian, surat itu juga mengajukan pembentukan Kementerian Investasi.

Menurut senator asal Bengkulu tersebut, wacana penggabungan ini perlu dipertimbangkan ulang jika seandainya penyatuan itu dilakukan justru akan melemahkan fungsi kedua lembaga. Selain itu tambah Sultan seharusnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah menguatkan kedua lembaga tersebut dengan tetap berdiri sendiri.

“Riset dan inovasi adalah kata kunci dalam kemajuan sebuah negara. Maka kita harus membaca konsekuensinya secara efektif, dan tidak boleh hanya dinilai dari segi efisiensi saja. Sebab dua lembaga (kepentingan) yang disatukan memiliki dampak. Apakah keduanya menjadi lebih kuat, atau terjadinya kanibal yang membuat hanya salah satu fungsi yang berjalan, bahkan bisa jadi keduanya menjadi lemah. Nah pemerintah harus benar-benar memahami akibatnya,” tegas Sultan.

Negara-negara maju sangat fokus terhadap riset dan tekhnologi. Bahkan lanjut Sultan, Kebijakan yang dihasilkan juga mesti berpijak dari data hasil riset yang harus dipertanggung jawabkan secara keilmuan (ilmiah).

“Saat ini berapa banyak kebijakan yang memiliki basis keilmuan dari proses sebuah riset. Atau sebaliknya, berapa banyak riset yang dilakukan dan berdampak kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang selanjutnya akan mempengaruhi cara pandang serta cara hidup manusia?” tanya Sultan.

Sultan menekan bahwa Kemendikbud dan Kemenristek adalah dua lokus yang sangat fundamental dalam membangun kehidupan generasi Indonesia pada masa yang akan datang. Cara merubah kehidupan bangsa Indonesia yang paling tepat adalah melalui pembenahan dunia pendidikan.

“Tidak ada satupun negara maju di dunia yang sistem pendidikan dan risetnya lemah. Sebab, pendidikan merupakan investasi utama yang jangka panjang bagi kehidupan suatu negara. Maka saya berharap bahwa penyatuan dua kementerian ini tidak merubah arah cita-cita kita agar Indonesia dapat menjadi lebih baik,” pungkasnya.[prs]

  • Bagikan