Bantah Ditangkap Polisi, Andi Arief: Hoi Buzzer Berenti Buat Berita Bohong

  • Bagikan
Bantah Ditangkap Polisi, Andi Arief: Hoi Buzzer Berenti Buat Berita Bohong
Andi Arief Demokrat/Net
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief diterpa narasi soal penangkapan dirinya karena menghina Pancasila. Andi Arief mengaitkan serangan ini dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Narasi soal penangkapan dirinya itu ia ungkap lewat akun Twitternya, @Andiarief__, Sabtu (5/6/2021). Andi mengunggah potongan judul tulisan yang menarasikannya telah ditangkap karena menghina Pancasila.

“Hooi buzzer, coba berhenti buat berita bohong. Capek deeh,” tulis Andi Arief dalam cuitannya.

Lalu apakah Andi Arief akan melaporkan akun tersebut?

“Nggak (melapor), saya alirannya nggak suka membuat orang susah. Meski kadang ada yang buat susah, saya nggak akan membalas,” kata Andi Arief.

Dia mengatakan serangan ini ia terima setelah berpolemik dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Cuma memang anehnya, setiap saya berpolemik dengan Hasto, selalu ada isu penangkapan. Mudah-mudahan cuma koinsidensi,” tuturnya.

Sebelumnya, hubungan Andi Arief dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali memanas hubungannya. Ketegangan keduanya berawal dari isu Pilpres 2024.

Mulanya Andi Arief menyebut Partai Demokrat terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai. Komunikasi itu termasuk dengan PDIP untuk 2024.

“Banyak pertanyaan koalisi Demokrat dengan siapa 2024. Sejak awal sikap (Demokrat) tidak berubah, membangun bangsa ini harus bersama,” kata Andi Arief dikutip melalui akun Twitter @Andiarief_, Jumat (4/6/2021).

Andi Arief mengatakan komunikasi juga dijalankan dengan PKS, Golkar, PKB, PPP, NasDem, dan Gerindra. Dengan PDIP, Andi Arief mengaku komunikasi itu dijalankan bukan dengan kubu Hasto.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan PKS, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Gerindra, dan PDIP (bukan kubu Hasto),” ucapnya.

“PAN juga sudah,” sambungnya.

Selain soal Pemilu 2024, dia menyebut salah satu pembicaraan ini terkait penanggulangan COVID-19. Menurutnya, COVID-19 ini bisa berdampak pada Pemilu 2024.[prs]

  • Bagikan