Dongkrak Konsumsi Susu Nasional, Pemerintah Diminta Keluarkan Bantuan Subsidi

  • Bagikan
Minum Susu
Susu murni. DOK/NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 mencatat rerata konsumsi susu di Indonesia hanya 16,27kg/kapita/tahun, di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 36,2/kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7kg/kapita/tahun & Thailand 22,2kg/kapita/tahun.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Saptawati Bardosono menyarankan pemerintah mengambil langkah konkret dalam upaya mendorong konsumsi susu di Indonesia. Menurutnya, tingkat konsumsi susu berkualitas masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah.

Dia menilai saat ini harga susu berkualitas baik masih tergolong mahal dan menganjurkan pemerintah untuk melakukan subsidi pada penyediaan susu berkualitas untuk masyarakat Indonesia.

“Karena harga susu yang berkualitas baik masih terbilang mahal, sehingga perlu subsidi pemerintah harusnya,” tutur Saptawati dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Jumeri mengakui angka konsumsi susu anak-anak di Indonesia masih terbatas. Hal ini menyebabkan tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan untuk minum susu.

Padahal, dibutuhkan gizi yang cukup dalam upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat di masa mendatang. Hal ini bisa diwujudkan melalui kecukupan gizi sesuai pedoman gizi seimbang, dimana di dalamnya mencakupi protein, yang salah satunya bisa diperoleh dari susu.

“Konsumsi susu bagi anak Indonesia masih terbatas. Hanya keluarga mampu dan memiliki kesadaran tinggi akan gizi. Program peningkatan gizi ada di jenjang PAUD dengan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) untuk mengatasi stunting. Angka stunting kita masih tinggi. Program PAUD HI bekerjasama dengan Kemenkes, Kemensos dan Kemendes. Juga bekerjasama dengan BKKBN, intinya lintas kementerian dan lembaga,” kata dia lagi.

PAUD HI merupakan penanganan anak usia dini secara menyuluruh yang meliputi beberapa pelayanan, termasuk mencakup layanan gizi dan kesehatan, salah satunya dengan memastikan kebutuhan gizi para peserta didik.

Sementara itu, Deputi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud menekankan pentingnya konsumsi susu bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, mengonsumsi susu merupakan bentuk kontribusi untuk mendorong kemajuan peternakan susu di Indonesia.

Data BPS juga menyebutkan saat ini kepemilikan sapi perah masih didominasi oleh peternak rakyat. Namun, tingkat kepemilikan sapi belum ideal, dengan rerata 2-3 ekor per peternak, idealnya 7-10 sapi/peternak. Populasi sapi perah di Indonesia saat ini tercatat ada 584.582 ekor, dengan produksi SSDN pertahun sebesar 997.35 ribu ton/tahun. Jumlah sebesar itu baru mencukup 22% dari total kebutuhan, yaitu 3,8 juta ton/tahun yang sisanya tentu didapatkan dari impor.

“Konsumsi susu penting bagi masyarakat kita, termasuk untuk mengungkit kembali salah satu sumber ekonomi rakyat dan lapangan kerja. Demand harus ditingkatkan, dan ini bisa menjadi sumber ekonomi di daerah maupun nasional agar kesejahteraan peternak dan kesehatan masyarakat dapat kita wujudkan bersaman,” ujarnya pada sesi webinar perayaan Hari Susu Nusantara.

Menurut Musdhalifah, masyarakat Indonesia pada dasarnya memiliki jiwa agribisnis, salah satunya dengan beternak. Dia menilai kebangkitan persusuan nasional juga masih menjadi salah satu sumber ekonomi yang banyak diminati rakyat.

“Sebenarnya peternakan susu itu bukan peternakan yang dibangun, tetapi memang karakter masyarakat kita yang suka memelihara sapi dan memanfaatkan susu untuk keejahteraan dan kesehatannya. Ini yang harusnya kita kembangkan dari budaya masyarakat kita yang memang menyukai beternak sapi,” tambahnya.

Selain itu, Musdhalifah juga menekankan agar kampanye minum susu segar terus digalakkan. Menurutnya, pada perayaan Hari Susu Nusantara tahun ini mendapat dukungan dari 3 Kementerian, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Perdagangan.

“Kampanye minum susu ini untuk membangun semangat energi masa depan bangsa, dan terbukti didukung oleh 3 kementerian, yaitu Bapak Menteri Pertanian, Bapak Menko Perekonomian dan Bapak Menteri Perdagangan memberikan kampanye semangat minum susu sapi segar. Semoga ini bisa disebarkan ke masyarakat luas,” paparnya.
Kemenkes: Tingkatkan Konsumsi Susu Salah Satu Upaya Penuhi Kebutuhan Protein

Jakarta, 3 Juni 2021 – Anak merupakan aset bangsa yang harus dirawat dan dipersiapkan dengan baik agar dapat menjadi generasi unggul di kemudian hari. Banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari pendidikan, pola asuh, hingga asupan gizi yang tak kalah penting. Melalui asupan gizi yang baik, niscaya anak akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan dapat berkontribusi untuk membangun negara.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 mencatat prevalensi masalah gizi kurang, malnutrisi dan stunting pada anak masih tinggi. Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita di Indonesia mencapai 17,7%.

Pemerintah melalui Kemenkes sebelumnya telah merilis pedoman gizi seimbang dan kampanye “Isi Piringku” untuk menjadi acuan sajian sekali makan, yang di dalamnya terdapat beragam sumber gizi, salah satunya protein hewani yang bisa didapatkan dari beragam pangan hewani termasuk susu.

Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat rerata konsumsi susu di Indonesia hanya 16,27kg/kapita/tahun, di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 36,2/kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7kg/kapita/tahun & Thailand 22,2kg/kapita/tahun. Rendahnya konsumsi susu di Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasi kasus malnutrisi, yang tentunya berdampak pada kualitas generasi Indonesia di masa depan.

Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kartini Rustandi mendukung kebiasaan minum susu, termasuk bagi anak-anak. Menurutnya, hal itu merupakan suatu yang baik. Namun, dia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

Menurutnya, setiap orang harus makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Sementara protein bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan hewani seperti susu, telur, ayam, ikan dan daging.

“Jadi memang kebutuhan gizi kita harus seimbang termasuk protein dan susu jadi salah satu bagian untuk orang yang bisa meminumnya. Sehingga, Kemenkes mendukung susu jadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein,” kata Kartini.

Dia menambahkan, jika anak mengalami kekurangan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, hingga mineral, maka dapat menyebabkan kurang gizi. Akibatnya, anak bisa mengalami kekerdilan, terganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Menanggapi hal tersebut, Ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Saptawati Bardosono menyarankan pemerintah mengambil langkah konkret dalam upaya mendorong konsumsi susu di Indonesia. Menurutnya, tingkat konsumsi susu berkualitas masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah.

Dia menilai tingkat konsumsi susu bisa memengaruhi kualitas gizi sebuah generasi. Sebab, susu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Baik zat gizi makro maupun mikro, serta pre dan probiotik. Saptawati menuturkan, susu dapat dimanfaatkan sebagai tambahan asupan nutrisi yang belum terpenuhi dari makanan utama.

“Memang menjadi asupan tambahan, namun maanfaatnya sangat baik bagi kesehatan. Bukan hanya sebagai vitamin untuk tulang, tetapi juga pencernaan dan kardiovaskular,” tambahnya.

Selain itu, Saptawati menyarankan ada gerakan atau kampanye minum susu kepada masyarakat. “Selain kampanye harus ada ketersediaan produk susu yang terjangkau bagi semua. Bagusnya pemerintah memproduksi susu generik ya, supaya bisa murah,” tegasnya.

Kampanye untuk meningkatkan konsumsi susu saat ini terus digalakkan. Sebelumnya, Deputi II Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud menekankan pentingnya konsumsi susu bagi seluruh lapisan masyarakat. Dia menekankan agar kampanye minum susu segar terus digalakkan. Menurutnya, pada perayaan Hari Susu Nusantara 2021 mendapat dukungan dari 3 Kementerian, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Perdagangan.

“Kampanye minum susu ini untuk membangun semangat energi masa depan bangsa, dan terbukti didukung oleh 3 kementerian, yaitu Bapak Menteri Pertanian, Bapak Menko Perekonomian dan Bapak Menteri Perdagangan memberikan kampanye semangat minum susu sapi segar. Semoga ini bisa disebarkan ke masyarakat luas,” paparnya.[prs]

  • Bagikan