Promosi Perdagangan dan Investasi Jadi Bagian Penting Pulihkan Ekonomi

  • Bagikan
Promosi Perdagangan dan Investasi Jadi Bagian Penting Pulihkan Ekonomi
Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar (ist/net)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Promosi perdagangan dan investasi menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan ekonomi sehingga negara-negara, terutama di kawasan Pasifik, perlu bekerja sama lebih erat.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar dalam konferensi pers penutupan Pacific Exposition 2021 yang dipantau dari Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

“Dengan laju globalisasi, kita harus memastikan bahwa posisi kita di rantai pasok global telah sesuai untuk meraih keuntungan ekonomi,” katanya.

Pacific Exposition 2021 merupakan salah satu promosi kerja sama perdagangan antar negara-negara di kawasan Pasifik yang selama empat hari telah menggelar berbagai business matching dan forum-forum diskusi.

Acara tersebut telah menghasilkan sejumlah potensi dan komitmen transaksi bisnis sebesar 104 juta dolar AS (sekitar Rp 1,48 triliun) melalui kegiatan interaksi bisnis serta business matching.

Selain untuk pemulihan ekonomi, kata Mahendra, keterlibatan negara-negara dalam kerja sama ekonomi menjadi landasan untuk membangun kawasan di masa depan, termasuk dalam konteks perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan penanganan bencana.

Dia juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan yang didukung oleh teknologi.

“Teknologi merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan ekonomi biru dan hijau, sehingga dapat dijangkau oleh masing-masing negara pulau di Pasifik. Ini dapat diraih dengan memperkuat kolaborasi dalam kerja sama teknis dan pembangunan kapasitas,” katanya.

Oleh karena itu, dia meyakini bahwa semua pihak yang terlibat perlu menggunakan platform yang telah terbentuk untuk memperkuat keterlibatan Pasifik dengan semua yang berada di kawasan Indo-Pasifik dan lebih jauh lagi.

“Untuk Indonesia sendiri, kami berkomitmen untuk membawa situasi di Pasifik agar menjadi perhatian dunia, termasuk melalui presidensi kami di G20 pada 2022, keketuaan ASEAN pada tahun 2023, serta peran kami dalam berbagai forum regional dan internasional,” kata Mahendra. (ndi)

  • Bagikan