Kata Komisi VII DPR, CEO PT Freeport Tegaskan Komitmen Selesaikan Smelter Gresik

Realitarakyat.com – Pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, terus dikerjakan. Smelter atau fasilitas pengolahan hasil tambang itu disebut-sebut akan menjadi salah satu smelter terbesar di dunia.

Proses pembangunan yang peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Oktober 2021 lalu itu disampaikan dapat mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga menjadi 600 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Disebut-sebut pendapatan yang bisa diperoleh dari smelter tembaga ini mencapai US$ 5,4 miliar atau sekitar Rp 77 triliun per tahun. Optimisme pendapatan itu seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Bagaimana progress pembangunan smelter tembaga yang didalamnya juga terdapat fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan produk berupa emas, perak, dan logam berharga lainnya itu.

Memastikan hal tersebut, Komisi VII DPR RI sebagai mitra pemerintah yang membidangi energi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Freeport McMorran di Arizona, Phoenix, Amerika Serikat (AS). Komisi Energi itu ingin mendapatkan gambaran yang utuh mengenai pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman selaku pimpinan rombongan kunjungan kerja bertemu langsung dengan CEO PT Freeport McMorran Richard Adkerson. Dimana pihak Freeport menyatakan komitmennya untuk membangun dan menyelesaikan smelter di Gresik.

“PT Freeport menyampaikan secara langsung komitmennya untuk membangun smelter di Gresik. Hal ini sudah menjadi kesepakatan. Untuk itu semua harus dipastikan on the track,” kata Maman dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.

Politisi Golkar itu menekankan manfaat optimal dari tambang PT Freeport Indonesia. Melalui smelter tembaga yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, diharapkan nantinya akan ada beragam produk turunan dengan value ekonomi tinggi yang dihasilkan.

“Kalau ada smelter maka nilai tambah produk turunannya akan meningkat. Ada pendapatan besar yang bisa dinikmati Indonesia,” kata Maman.

Ia mengungkapkan keberadaan smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik diprediksi akan mampu mengolah konsentrat tembaga hingga 1,7 Juta Ton. Selama ini Freeport mengolah 70% konsentrat tembaganya di Spanyol. Selain smelter, ada juga pabrik pemurnian Precious Metals Refinery (PMR).

PMR mengolah lumpur jadi emas dengan kapasitas 6.000 Ton per Tahun. Hasilnya, pabrik menghasilkan produksi emas sekitar 35–54 Ton per Tahun. Lebih detail, pemerintah memprediksi rerata produksi emas mencapai 35 Ton per Tahun. Adapun serapan tenaga kerjanya mencapai 40 Ribu orang.

“Kami ucapkan terima kasih atas komitmen PT Freeport terkait smelter. Freeport juga berkontribusi terhadap Indonesia dan Papua. Kami berharap, kontribusi ini terus ditingkatkan,” jelas Maman.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, selain ke Kantor Pusat PT Freeport McMorran di Arizona, Phoenix, Maman dan rombongan juga melakukan kunjungan kerja ke Tambang Morenci di perbatasan New Mexico dan Arizona Amerika Serikat.

Tambang Morenci ini merupakan tambang tembaga terbesar di Amerika Utara. Seperti halnya penambangan di Papua Indonesia, penambangan di Morenci ini juga dikelola PT Freeport McMorran. Maman merasa dibuat kagum karena di penambangan ini bertemu dengan orang Indonesia yang berperan penting didalamnya.

“Kami mengunjungi Tambang Morensi. Kami dibuat kagum karena bertemu juga dengan orang Indonesia. Menariknya, dia menjadi salah satu Key Person di Tambang Morensi ini,” demikian Maman Abdurrahman.[prs]