Selamatkan Rp. 1, 4 Triliun, Kajati NTT Tolak Diberikan Penghargaan 

  • Bagikan
Selamatkan Rp. 1, 4 Triliun, Kajati NTT Tolak Diberikan Penghargaan 
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kinerja Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), dibawah komando Dr. Yulianto, S. H, M. H, patut diacungi jempol.

Pasalnya, di Tahun 2021 ini Kejati NTT berhasil menyelamatkan uang milik masyarakat NTT senilai Rp. 1, 4 Triliun dari berbagai kasus korupsi yang diungkap oleh Kejati NTT.

Dari jumlah itu, uang tunai yang telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang senilai Rp. 17, 3 miliar, untuk Bank NTT senilai Rp. 11 miliar lebih, sedangkan sisanya merupakan asset bergerak dan tidak bergerak.

Namun, perlu diketahui bahwa Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Dr. Yulianto, S. H, M. H, menolak untuk diberikan penghargaan oleh salah satu institusi terkait penyelamatan keuangan negara.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawan, Minggu (07/11/2021) mengaku bahwa memang benar Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H, menolak dengan tegas untuk diberikan penghargaan terkait penyelamatan uang negara.

Saat ditanya institusi mana yang hendak memberikan penghargaan itu, Abdul Hakim enggan menyebutkan nama institusi tersebut yang penghargaannya ditolak oleh Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H.

“Iya benar. Kajati NTT mau diberikan penghargaan oleh salah satu institusi namun ditolak secara tegas oleh Dr. Yulianto, S. H, M. H,” kata Abdul.

Menurut Abdul, terkait dengan penyelamatan keuangan negara atau uang milik masyarakat NTT, sudah menjadi tanggung jawab dari Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Untuk itu, lanjut Abdul, penghargaan kepada Dr. Yulianto, S. H, M. H selaku Kajati NTT, ditolak langsung. Karena, dirinya menganggap bahwa itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya untuk masyarakat NTT.

“Kajati NTT tolak karena itu sudah merupakan tanggung jawabnya untuk selamatkan uang rakyat NTT. Dan, Kajati NTT lakukan ini untuk kepentingan masyarakat NTT yang dicintainya,” ujar Abdul.

Ditegaskan Abdul, pesan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H bahwa tidak penting berapa banyak orang yang dipenjarakan namun hal yang terpenting dalam penegakan hukum itu soal berapa banyak uang rakyat berhasil diselamatkan.

Dilanjutkan Abdul, Kajati NTT juga mengatakan bahwa penegakan hukum itu harus menggunakan hati nurani karena hukum dan keadilan itu sesungguhnya berada didalam hati.

Untuk diketahui bahwa, Kejati NTT telah menyerahkan sedikitnya uang tunai senilai Rp. 17, 3 miliar kepada Pemda Kabupaten Kupang dalam kasus dugaan korupsi Hypermart yang telah dihentikan.

Berikutnya yakni uang tunai senilai Rp. 11 miliar lebih dan aset yang bergerak dan tidak bergerak telah diserahkan kepada Bank NTT. Asset bergerak seperti mobil. Sedamgkan yang tidak bergerak adalah apartemen, rumah, tanah dan sejimlah asset lainnya yang disita dari tangan terpidana kasus korupsi krefit fiktif Bank NTT Cabang Surabaya.

Dan, kasus dugaan korupsi asset daerah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) senilai Rp. 1, 3 triliun telah dituntaskan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).(rey)

  • Bagikan