Anggota Fraksi PKB DPR RI Luluk Nurhamidah Desak Evaluasi Subsidi Pupuk

  • Bagikan
Anggota Fraksi PKB DPR RI Luluk Nurhamidah Desak Evaluasi Subsidi Pupuk
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Evaluasi program subsidi pupuk diperlukan untuk menakar efektivitas dan efisiensinya. Selama ini, program itu justru banyak dinikmati petani yang sudah mandiri.

Hal itu dikemukakan Anggota Fraksi PKB DPR RI Dapil Jateng IV Luluk Nurhamidah di sela penyerahan bantuan alat mesin pertanian di Karanganyar, Sabtu (8/1) kemarin.

“Petani yang sudah tidak membutuhkan subsidi negara, seharusnya mentas dari RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Sebab masih banyak petani belum terdata di RDKK yang membutuhkan subsidi pupuk. Mereka belum sejahtera dan membutuhkan keberpihakan pemerintah,” kata Luluk lewat rilisnya yang diterima Redaksi, Minggu (9/1/2022).

Ia menyebut, anggaran subsidi pupuk tiap tahun mencapai Rp35 triliun. Angka ini sudah paling ngepres. Jika mengacu kebutuhan yang disodorkan ke kementrian pertanian, bisa mencapai dua kali lipatnya.

“Kebutuhan subsidi Rp70 triliun. Yang bisa direalisasi Rp35 triliun,” katanya.

Luluk menyebut perlu ada mekanisme validasi ulang penerima jatah subsidi pupuk. “Sebab masih banyak yang menggunakan manfaat pupuk tidak pada tempatnya,” katanya.

Sinergitas antara kelompok tani dengan pemerintah menjadi penting, supaya petani yang membutuhkan subsidi benar-benar mendapatkannya. Bagi petani yang belum merasakan bantuan itu tidak perlu apatis apalagi menghujat pemerintah.

Mereka hanya perlu mengakses informasi dari kelompoknya atau berkoordinasi langsung ke dinas pertanian atau ke wakil rakyat di dapilnya.

“Tentunya juga kerjasama yang baik untuk memanfaatkan kinerja dari saya selaku wakil rakyat yang dipercaya untuk membawa aspirasi masyarakat,” katanya.

Sementara itu dalam acara penyerahan bantuan dihadiri Kadispertan PP Karanganyar Siti Maesyaroch, Wakil Ketua DPRD Toni Hatmoko dan Ketua DPC PKB Karanganyar Sulaiman Rosyid.

Luluk menyerahkan bantuan ke Karanganyar Rp2,65 miliar terdiri 25 unit traktor, 10 cultivator dan 45 unit pompa air.

Lebih lanjut Luluk mengatakan kelompok tani disarankan mengusulkan kebutuhannya lebih dini ke instansi terkait. Ini berkaitan proses penentuan prioritas pemberiannya bersumber dana aspirasi.(ilm)

  • Bagikan