China Puji Sikap Keras Kazakhstan ke Pengunjuk Rasa,Xi Jinping: Sangat Bertanggung Jawab

  • Bagikan
China Puji Sikap Keras Kazakhstan ke Pengunjuk Rasa,Xi Jinping: Sangat Bertanggung Jawab
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Kerusuhan yang terjadi di Kazakhstan menjadi perhatian Presiden China, Xi Jinping.

Tiongkok bahkan memuji tindakan keras dan terukur terhadap para pengunjuk rasa di negara itu.

Kerusuhan di negara yang terkenal akan daerah penghasil minyak dan gas ini dipicu protes naiknya harga bahan bakar.

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev pada Jumat waktu setempat menolak seruan berunding dengan pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa menyerbu gedung-gedung pemerintah di Almaty pada Rabu (5/1/2022) dan terlibat baku tembak dengan polisi serta militer.

Pihak berwenang mengatakan, sebanyak 748 petugas keamanan terluka dan 18 tewas.

Protes dimulai di kota minyak barat daya Zhanaozen pada 2 Januari karena kenaikan tajam harga gas.

Tokayev mengatakan, Almaty diserang oleh 20.000 bandit dengan rencana serangan yang jelas, koordinasi aksi, dan kesiapan tempur yang tinggi.

Kazakhstan pun membatasi harga LPG selama 6 bulan buntut aksi protes di Almaty, ibu kota ekonomi Kazakhstan.

Tokayev juga bersumpah untuk menghancurkan ‘bandit bersenjata’ dan mengizinkan tentaranya menembak mati tanpa peringatan.

Dia tidak mengindahkan seruan internasional untuk negosiasi dan menyebutnya sebagai omong kosong.

“Teroris terus merusak properti dan menggunakan senjata terhadap warga sipil. Saya memerintahkan penegak hukum untuk menembak mati tanpa peringatan. Kita berurusan dengan bandit bersenjata dan terlatih, baik lokal maupun asing. Dengan bandit dan teroris. Jadi mereka harus dihancurkan. Ini akan segera dilakukan,” ujar Tokayev sebagaimana dilansir AFP.

Presiden China Xi Jinping memuji tindakan keras dari Pemerintah Kazakhstan terhadap para pengunjuk rasa di sana.

Pujian itu disampaikan Xi melalui sebuah pesan kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev yang diberitakan media pemerintah, Xinhua, Jumat (7/1/2022).

Dalam pesan itu, Xi mengatakan bahwa tindakan keras dari Pemerintah Kazakhstan terhadap para pengunjuk rasa ‘sangat bertanggung jawab’.

“Anda dengan tegas mengambil tindakan tegas pada saat-saat kritis dan dengan cepat menenangkan situasi, menunjukkan posisi tanggung jawab dan rasa kewajiban Anda sebagai politisi, dan sangat bertanggung jawab atas negara dan rakyat Anda,” kata Xi kepada Tokayev dalam pesan tersebut.

DARURAT Nasional

Kazakhstan, negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah sedang membara.

Di sana, aksi protes berubah menjadi petaka. Kerusuhan melanda sebagian besar negara yang kaya akan sumber daya alam.

Kerusuhan di Kazakhstan juga menelan korban jiwa.

Sedikitnya 18 anggota pasukan keamanan dilaporkan tewas.

Polisi juga dilaporkan membunuh puluhan pengunjuk rasa.

Kronologi kerusuhan di Kazakhstan mulanya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar yang sangat tajam di sana pada awal tahun.

Untuk diketahui, mayoritas warga Kazakshtan memiliki kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar gas cair (LPG).

Karena harga gas bumi global melonjak sejak tahun lalu, Pemerintah Kazakhstan mencabut subsidi harga bahan bakar gas di sana mulai 1 Januari 2022.

Akibatnya, harga bahan bakar menjadi melambung, warga tak sanggung membeli, dan pecahlah aksi protes yang dimulai di Provinsi Mangistau pada Minggu (2/1/2022).

Aksi protes yang mulanya berjalan damai dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

Pada Selasa (4/1/2022) malam waktu setempat, Reuters melaporkan bahwa polisi menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa di alun-alun utama Almaty.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev juga mengumumkan keadaan darurat nasional.

Pada Rabu (5/1/2022), Tokayev menerima pengunduran diri kabinet pemerintah negara itu.

Perdana Menteri Kazakhstan Askar Mamin juga mengundurkan diri di tengah protes.

Namun, kerusuhan semakin menjadi-jadi di sana.

Pada Rabu malam, kerusuhan pecah di sejumlah kota di seluruh Kazakhstan.

Tokayev mengumumkan keadaan darurat nasional di seluruh negeri dan berlaku hingga 19 Januari 2022.(Din)

 

 

 

  • Bagikan