Proses PTM , KPAI Sebut Ruang Kelas Jadi Titik Rawan Covid-19

  • Bagikan
Proses PTM , KPAI Sebut Ruang Kelas Jadi Titik Rawan Covid-19
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan terdapat sejumlah titik rawan penyebaran Covid-19 pada proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lingkungan sekolah.

“KPAI sudah melakukan pengawasan sejak awal Januari, dari hasil pengawassan sebenarnya terdapat beberapa titik rawan, yang pertama pada ruang kelas,” jelasnya, Kamis (20/1/2022).

Ruang kelas dianggap rawan olehnya sebab ruang kelas merupakan ruangan tertutup yang beresiko lebih tinggi penyebarannya. Bahkan, menjaga jarak itu menjadi sulit jika berada di ruang kelas.

“Mau dimajuin kursinya sampai mana juga itu tidak sampai satu meter jaraknya, dan itu saat ini menjadi problem dan jaga jaraknya tidak akan mungkin terjadi karena disitu justru harusnya kita melaksanakan 3M yaitu cuci tangan, masker, jaga jarak,” jelas Retno.

Retno juga menyebut bahwa titik kedua rawan kerentanan penyebaran Covid-19 ada pada saat pulang sekolah. Bahkan banyak ditemukan siswa yang nongkrong ketika pulang sekolah.

“Seperti halnya penjemputnya terlambat dan menyebabkan penumpukan dan abnyak orang tua yang menggunakan ojek untuk anaknya pulang dan itu yang juga menyebabkan kerumunan para ojeknya,” jelasnya kembali.

“Dan kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa anak-anak yang pulang sekolah banyak yang berboncengan sampai tiga orang, tidak menggunakan masker, ada juga ada yang nongkrong di cafe,” tambahnya.

Untuk itu, Retno mengharapkan adanya kerjasama antara Dinas Perhubungan, Satpol PP dan pihak terkait lainnya untuk mengawasi anak-anak sekolah untuk tidak melakukan hal itu.

“Karena pulang sekolah itu menjadi titik rawan terutama pada anak SMA dan SMK, jadi jangan menghukum sekolah, sekolah lebih tahu kondisinya orang tua juga harus tetap diberi kesempatan utnuk melihat situasi,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebanyak 39 sekolah ditutup lantaran ditemukan penularan virus corona (Covid-19). Total 67 kasus Covid-19 yang menginfeksi guru dan siswa di 39 sekolah itu. Rinciannya, 62 siswa, 2 kasus pendidik, dan 3 kasus tenaga kependidikan.(Din)

  • Bagikan