Wapres Ajak Kaum Perempuan Ambil Peran Strategis Lewat Kontribusi Pemikiran

  • Bagikan
halal
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. // (NET/IST)
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin mengajak kaum perempuan untuk mampu mengambil peran strategis secara aktif melalui kontribusi pemikiran, gagasan, dan pandangan terhadap pembangunan bangsa.

“Perempuan harus memberdayakan potensi dan kualitas diri sehingga melahirkan kreativitas, inovasi, pemikiran konstruktif dalam perspektif kesetaraan gender disemua lini kehidupan masyarakat,” ujar Wapres, saat membuka Rakornas Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tema “Optimalisasi Kepemimpinan Perempuan untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa Menyongsong Masyarakat 5.0”, di Jakarta.

Senada dengan Wapres, Ketua Komisi PRK MUI, Dr. Hj. Siti Marifah SH.,MH. mengatakan bahwa kepemimpinan perempuan sangat penting untuk meluruskan stigma yang mengatakan agama Islam tidak memberi ruang terhadap kepemimpinan perempuan. Padahal, tokoh perempuan sudah muncul sejak lama seperti Siti Khadijah dan Siti Aisyah maupun generasi setelahnya

“Jelas bahwa dalam Agama Islam kedudukan perempuan bukanlah subordinat dari laki-laki akan tetapi merupakan mitra yang sejajar dalam menghadapi tantangan kehidupan, karena pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”, ujarnya.

Puncak kegiatan Rakornas yang dihadiri Ketua Umum MUI KH. Miftachul Achyar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis MA., dan Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Masykuri Abdillah serta lebih dari 500 peserta seluruh Indonesia secara daring ini ditandai dengan peluncuran buku yang diberikan kepada tokoh perempuan yang berprestasi dibidangnya.

Para tokoh penerima buku tersebut diantaranya Pimpinan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Saidah Sakwan, Desainer Pembina Industri Kreatif dan Pengurus MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Amy Atmanto, Peneliti Madya Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Dr. Ir. Delima Azahari, M.S, dan Lily Wahid. (ndi)

  • Bagikan